Bisnis Meghan Markle dengan merek As Ever dikabarkan terancam mengalami kerugian hingga US$5 juta atau setara Rp88,5 miliar jika stok produknya tidak terjual sebelum masa kedaluwarsa.

Istri Pangeran Harry ini memiliki waktu hingga akhir musim panas tahun depan untuk menjual seluruh stok selai, teh, dan taburan bunga (flower sprinkles) sebelum produk tersebut tidak layak jual.

>>> Upin dan Ipin Kenalkan Pengisi Suara Baru Susanti, Aisyah Adriana

Potensi kerugian itu akan terjadi apabila Meghan Markle tidak berhasil menjual seluruh stok selai yang tersisa.

Sementara jika stok taburan bunga juga tidak terjual, kerugiannya bisa bertambah sekitar US$1 juta.

Ekspansi Agresif Berujung Kelebihan Stok

Masalah kelebihan stok ini berawal dari keputusan Markle tahun lalu untuk memperluas bisnisnya secara agresif setelah melihat kesuksesan awal peluncuran As Ever.

Saat meluncurkan merek gaya hidup tersebut pada April 2025, berbagai produknya terjual habis hanya dalam hitungan menit.

Dua bulan kemudian, ia melakukan pengisian ulang stok dengan memesan produk hingga 10 kali lebih banyak dibanding jumlah awal.

Langkah itu kembali sukses karena seluruh produk terjual hampir seketika.

Minggu berikutnya, ia menambahkan produk rosé wine ke situs As Ever, dan produk tersebut juga habis terjual dalam waktu kurang dari satu jam.

Melihat tingginya angka penjualan, Markle memutuskan ekspansi bisnis dalam skala besar.

"Tiba-tiba pembicaraan yang awalnya hanya tentang beberapa ribu toples dan tutup berubah menjadi kebutuhan membuat pesanan satu juta unit.

Itu lompatan yang sangat besar hanya dalam beberapa bulan setelah memulai bisnis," kata Markle kepada Bloomberg pada Agustus tahun lalu.

Pada Januari 2026, sebuah kesalahan teknis di situs web mengungkap bahwa saat itu terdapat sekitar 650.190 unit stok yang belum terjual.