Sepak bola bagi masyarakat Indonesia dinilai bukan sekadar olahraga, melainkan sebuah pelarian dari realitas kehidupan sehari-hari.

>>> Coretax Tambah 50 Ribu Wajib Pajak Baru untuk Amankan Penerimaan Negara

Namun, aspek keselamatan penonton masih menjadi catatan krusial.

Masalah pengendalian massa yang sering berujung petaka mengingatkan pada tragedi Kanjuruhan tahun 2022 ketika 135 orang kehilangan nyawa.

Ketakutan nyata sempat dirasakan Sam saat ikut merayakan gelar juara di Bandung, ketika flare dan kembang api membuat suasana kacau.

"Saat itu menjadi terlalu sesak bagi saya, saya benar-benar mulai merasa sesak dan akhirnya pergi ke tempat yang lebih tenang," ungkapnya.

Selain masalah keamanan, keterlibatan gubernur lokal yang ikut campur di level klub demi keuntungan elektoral turut disoroti.

Perjalanan Personal Menemukan Identitas

Perjalanan ini pada akhirnya menjadi sangat personal karena adanya hubungan darah keturunan Indonesia dari kakek dan nenek sang jurnalis.

Percakapan mengenai cara menjaga keterikatan dengan akar budaya juga sempat dilakukan bersama Mees Hilgers, bek Timnas Indonesia yang besar di Belanda.

Informasi tentang asal-usul keluarga yang minim selama ini membuat adanya perasaan seperti kehilangan potongan puzzle dalam identitas diri.

Setelah melakukan perjalanan panjang menyisir pulau-pulau di Indonesia, pemahaman yang lebih besar kini muncul mengenai pengorbanan yang dilakukan nenek moyangnya saat pindah ke Belanda pada 1950-an.

"Saya sekarang memiliki pemahaman yang jauh lebih besar tentang seberapa besar langkah itu bagi mereka," kata Sam van Raalte.

>>> Penyebab Klaim JHT BPJS Ketenagakerjaan Ditolak dan Solusinya

Melalui sepak bola, pencarian tersebut tidak hanya menemukan jiwa dari sebuah bangsa, tetapi juga mendatangkan kedamaian dengan warisan budayanya sendiri.