Pemain biola Kanada James Ehnes akan kembali ke Korea untuk sebuah konser spesial. Ia akan tampil bersama Dresden Philharmonic pada 16 Juni di Bucheon Arts Center, Gyeonggi Province.

Dalam konser tersebut, Ehnes akan membawakan Violin Concerto No. 1 karya Max Bruch.

>>> BIGBANG Gelar Tur Dunia 20 Tahun, Mulai Agustus di Goyang

Ia menyebut karya itu sebagai "benar-benar indah dan tidak pernah membosankan, tidak peduli seberapa sering saya memainkannya."

Ehnes pertama kali datang ke Korea pada 1997 sebagai concertmaster Juilliard Orchestra. Sejak itu, ia terus kembali untuk berbagai kolaborasi orkestra, musik kamar, dan resital solo.

Pendekatan Musik sebagai Pendongeng

Pemenang dua Grammy dan tiga Gramophone Award ini melihat peran musisi sebagai "pendongeng." Ia mengatakan, "Seorang pemain harus memiliki suaranya sendiri.

Proses mengembangkan suara sendiri adalah perjalanan menemukan suara yang paling jujur dan tepat untuk cerita yang ingin dibagikan kepada penonton."

Kata kunci lain yang mendefinisikan dunia musik Ehnes adalah "keseimbangan."

Selain tampil bersama orkestra besar, ia juga aktif dalam musik kamar sebagai direktur artistik Seattle Chamber Music Society dan pemimpin Ehnes Quartet.

"Bekerja dalam kuartet gesek dan bermain musik kamar memberi saya pemahaman lebih dalam tentang bagaimana kolaborasi menghidupkan musik," ujarnya.

>>> Seo In-guk dan Kim Ji-hyun Bintangi Drama Romantis Kantor tvN 'See You at Work Tomorrow!'

"Ini juga memperluas wawasan saya tentang kepribadian musik para komposer hebat."

Ehnes memuji Dresden Philharmonic sebagai orkestra dengan suara yang kaya, hangat, dan indah.

Ia juga memuji konduktor Donald Runnicles sebagai salah satu musisi yang paling ia kagumi dan teman dekat.