Justin Gaethje berhasil merebut gelar juara tak terbantahkan kelas ringan UFC setelah mengalahkan Ilia Topuria dalam ajang UFC Freedom 250.

Pertarungan digelar di halaman Gedung Putih pada Minggu, 14 Juni 2026.

>>> Rizki DA Selesaikan Ibadah Haji Gantikan Porsi Almarhum Ayah

Kemenangan Gaethje dipastikan setelah sudut tim Topuria memutuskan menghentikan pertandingan akibat kondisi petarung mereka yang dipenuhi darah dan lebam pada akhir ronde keempat.

Hasil ini menjadi kejutan besar mengingat Gaethje berstatus sebagai underdog di bursa taruhan.

Ia mampu mendominasi pertarungan brutal yang juga dihadiri oleh Donald Trump dan Dana White.

Laga menyajikan aksi saling hantam sejak ronde pertama.

Topuria sempat menjatuhkan Gaethje lewat pukulan ke arah hati pada ronde kedua sebelum Gaethje membalas dengan menjatuhkan sang juara bertahan di ronde ketiga.

Setelah memastikan kemenangan, petarung berusia 37 tahun itu memberikan penghormatan khusus kepada pihak militer dan petugas pertolongan pertama.

"Hey, I’m from America - 250 years ago, we were way bigger than 6-1 dogs and look at us thriving now," kata Gaethje.

Ia melanjutkan dengan menyampaikan rasa terima kasih kepada seluruh anggota layanan militer, baik yang aktif, mantan, maupun masa depan.

"To all the current, former and future military service members, thank you so much. Thank you to the first responders ...

you guys have no idea how grateful I am," ujar Gaethje.

Ia juga mengungkapkan rasa syukur atas kesempatan legendaris yang diperolehnya.

"All glory to God - I prayed for this opportunity to do something legendary and I know that was legendary, because I can’t even believe it," tutur Gaethje.