Harga emas batangan bersertifikat di Logam Mulia milik PT Aneka Tambang (ANTM) turun Rp 8.000 per gram pada perdagangan Jumat, 19 September 2025.

Berdasarkan data dari Personalfinance, harga emas Antam saat ini berada di level Rp 2.090.000 per gram, turun dari posisi sebelumnya Rp 2.098.000 per gram.

>>> Mahasiswa ITB Raih Juara 2 SASECOM 2026 dengan Helm Pintar Pendeteksi Microsleep

Penurunan juga terjadi pada harga buyback atau harga beli kembali oleh Logam Mulia. Nilai buyback menyusut Rp 8.000 per gram menjadi Rp 1.937.000 per gram.

Dengan demikian, selisih atau spread antara harga jual dan harga buyback pada hari ini mencapai Rp 153.000 per gram.

Investasi Emas untuk Jangka Panjang

Antam memberlakukan dua jenis harga, yaitu harga pembelian di gerai dan harga buyback saat konsumen menjual kembali emasnya.

Melihat besarnya selisih harga jual dan buyback, instrumen emas batangan dinilai lebih ideal untuk investasi jangka panjang.

Investor perlu menunggu kenaikan harga yang cukup tinggi di masa depan untuk melampaui selisih spread sekaligus mengamankan keuntungan.

Jika terpaksa menjual kembali emas sesaat setelah membeli karena kebutuhan mendesak, investor berpotensi menghadapi kerugian akibat selisih harga tersebut.

Perhitungan cermat mengenai dua jenis harga ini sangat krusial bagi para pelaku investasi logam mulia.

Sebagai gambaran, berikut performa modal berdasarkan waktu pembelian dengan mengacu pada harga buyback saat ini.

>>> Folarin Balogun Cetak Brace, AS Gilas Paraguay 4-1 di Piala Dunia 2026

Pembelian pada 12 September 2025 di harga Rp 2.088.000 per gram, dengan buyback Rp 1.937.000, mengalami kerugian 7,23%.

Pembelian 19 Agustus 2025 di harga Rp 1.897.000 per gram menghasilkan keuntungan 2,11%.

Pembelian 19 Juni 2025 di harga Rp 1.937.000 per gram impas (0,00%).

Pembelian 19 Maret 2025 di harga Rp 1.759.000 per gram memberikan keuntungan 10,12%.

Pembelian 19 Desember 2024 di harga Rp 1.505.000 per gram menghasilkan keuntungan 28,70%.

Pembelian 19 September 2024 di harga Rp 1.430.000 per gram memberikan keuntungan 35,45%.

Pembelian 19 Juni 2024 di harga Rp 1.349.000 per gram menghasilkan keuntungan 43,59%.

Pembelian 19 Maret 2024 di harga Rp 1.199.000 per gram memberikan keuntungan 61,55%.

>>> Kurs Rupiah Menguat ke Rp 17.708 Per Dolar AS pada 15 Juni 2026

Pembelian 19 Desember 2023 di harga Rp 1.118.000 per gram menghasilkan keuntungan 73,26%.