Manulife Rekomendasikan Saham Asia Pasifik di Tengah Ketidakpastian Global
Pasar saham Asia Pasifik dinilai menjadi pilihan investasi yang relevan di tengah perubahan kebijakan moneter global dan risiko geopolitik.
Hal ini disampaikan oleh Senior Portfolio Manager Equity Manulife Aset Manajemen Indonesia, Caroline Rusli, dalam keterangan yang dikutip pada Senin (15/6/2026).
>>> Kiper Australia Patrick Beach Cetak Rekor Saves di Piala Dunia 2026
Menurut Caroline, investor yang ingin tetap disiplin berinvestasi dapat mempertimbangkan Asia Pasifik sebagai pilihan yang cukup relevan saat ini.
Pendorong Pertumbuhan di Asia
Pertumbuhan belanja modal teknologi dan potensi laba dari perusahaan terkait kecerdasan buatan (AI) menjadi pendorong dominan di kawasan Asia.
Caroline menjelaskan bahwa daya tarik pasar dipengaruhi oleh pertumbuhan laba riil, meskipun valuasi pasar saham harus dievaluasi akibat kenaikan suku bunga global.
Ia menambahkan bahwa pasar yang mampu menunjukkan pertumbuhan laba riil tetap dapat mempertahankan daya tariknya.
Investor juga diingatkan untuk memiliki toleransi terhadap volatilitas pasar saham di Asia.
Data menunjukkan arus dana asing ke kawasan berkembang Asia sempat mencapai 229 miliar dolar AS pada akhir 2025, lalu turun tajam ke 64 miliar dolar AS, sebelum pulih ke 113 miliar dolar AS.
>>> PT Rohartindo Nusantara Luas Tbk Siapkan Strategi Pemulihan Kinerja
Manulife menjelaskan bahwa strategi Asia Pasifik berperan sebagai alokasi inti investasi offshore untuk menangkap peluang di kawasan secara keseluruhan.
Sementara itu, strategi bertema China dinilai cocok sebagai alokasi satelit bagi investor dengan toleransi volatilitas lebih tinggi, karena potensi perbaikan sentimen dan valuasi rendah.
Caroline menilai skala manufaktur, kedalaman rantai pasok, dan keterkaitan dengan perdagangan regional dan global masih menjadikan China sulit diabaikan dalam radar investasi.
Risiko Global yang Perlu Dipantau
Terdapat tiga risiko global yang harus dipantau investor saat ini.
Risiko tersebut meliputi peningkatan inflasi AS yang agresif, konflik geopolitik yang berlarut-larut, serta potensi konsolidasi jangka pendek di pasar yang sudah naik terlalu tinggi seperti Korea Selatan dan Taiwan.
Caroline menekankan bahwa risiko akan selalu ada, tetapi bukan berarti peluang investasi hilang.
>>> KLHK Luncurkan Tema Hari Peduli Sampah Nasional 2026: Kolaborasi untuk Indonesia ASRI
Ia menambahkan bahwa pengelolaan aktif dari manajer investasi sangat berperan, karena tema besar investasi saja tidak cukup.
Update Terbaru
Ed Sheeran Isyaratkan Hiatus Usai Tur LOOP 2026
Senin / 15-06-2026, 22:01 WIB
Promo Tip Top 16-30 April 2026: Diskon Daging, Ayam, hingga Buah Segar
Senin / 15-06-2026, 22:01 WIB
Jasa Marga Group Buka Pendaftaran Mudik Gratis 25 Februari 2026
Senin / 15-06-2026, 22:01 WIB
Hansi Flick Akan Temui Empat Pemain Barcelona Bahas Masa Depan
Senin / 15-06-2026, 22:00 WIB
Kamari Wassink Beri Pesan Haru untuk Justin Hubner di Hari Pernikahan
Senin / 15-06-2026, 22:00 WIB
Catat Daftar Hari Besar Nasional dan Internasional April 2026
Senin / 15-06-2026, 22:00 WIB
Porsi Saham Publik Chandra Asri Pacific Meningkat Jadi 25,7 Persen
Senin / 15-06-2026, 22:00 WIB
Hajime Moriyasu Gunakan Papan Tulis untuk Instruksi Pemain Jepang
Senin / 15-06-2026, 21:59 WIB
Dewan Penasihat MTI: Subsidi BBM Melenceng dari Keadilan Sosial
Senin / 15-06-2026, 21:59 WIB
Kinerja Unitlink Terpuruk, Pilihan Produk Perlu Disesuaikan Profil Risiko
Senin / 15-06-2026, 21:59 WIB
OPPO Find X10 Pro Bocor: Kamera 200MP Ganda dan Baterai 8.000 mAh
Senin / 15-06-2026, 21:57 WIB
Mobile Legends Season 41 Juni 2026: Jadwal Reset Rank dan Bocoran Hero Baru
Senin / 15-06-2026, 21:56 WIB
Games Terbaik Juni 2026 di Poki Games: Drive Mad dan Level Devil
Senin / 15-06-2026, 21:56 WIB
TVRI dan Dua Platform OTT Siarkan Live Streaming Piala Dunia 2026
Senin / 15-06-2026, 21:56 WIB






