Album mini ketiga PLAVE, "Caligo Pt.

1," dirilis pada Februari 2025 dan terjual lebih dari 1,03 juta kopi di minggu pertama, sebuah rekor untuk grup virtual K-pop.

Delapan bulan kemudian, album single "PLBBUU" mencetak rekor lain dengan 1,09 juta unit terjual, dan lagu utamanya "DASH" masuk Billboard Global 200 di peringkat 195.

Grup ini juga menjual habis tiket KSPO Dome dan Gocheok Sky Dome di Seoul — dua venue terbesar di negara itu — selama tur Asia 2025, sebuah pencapaian yang belum pernah terjadi sebelumnya.

>>> Netflix Gelar Tur Dunia 'KPop Demon Hunters' untuk Manfaatkan Fandom Global

Pentingnya Teknologi

Pengamat industri mencatat bahwa fondasi teknologi di balik PLAVE — kelima anggota diperankan oleh manusia secara real-time melalui teknologi motion capture, memungkinkan siaran langsung, interaksi penggemar, dan momen spontan selama konser — yang membedakannya dari grup lain.

"Yang membuat PLAVE berbeda adalah penggemar tidak merasa berinteraksi dengan karakter yang sudah diproduksi sebelumnya," kata seorang manajer humas di label K-pop besar kepada The Korea Times dengan syarat anonimitas.

"Banyak perusahaan bisa menciptakan karakter virtual, tetapi menciptakan koneksi nyata adalah tantangan berbeda.

PLAVE berhasil karena penggemar menjadi terikat tidak hanya pada karakter tetapi juga pada kepribadian di baliknya," ujarnya.

Kritikus budaya Kim Hern-sik menunjukkan kemampuan PLAVE untuk menarik audiens yang lebih muda.

"Gen Z sangat menghargai karakter, jadi mereka mengonsumsi konten yang berpusat pada karakter," kata Kim dalam wawancara siaran lokal baru-baru ini.

"Yang penting bukan apakah sesuatu itu nyata atau palsu, tetapi utilitas apa yang diberikannya kepada mereka," tambahnya.