Di balik setiap tim nasional terdapat seluruh komunitas dan jutaan orang yang melihat sepak bola sebagai sumber kebanggaan, harapan, dan persatuan.”

“Sepak bola bukan milik sekelompok negara tertentu. Kekuatannya berasal dari universalitasnya.

Piala Dunia FIFA adalah kompetisi sepak bola terbesar di dunia justru karena menyatukan berbagai budaya, sejarah yang berbeda, dan perjalanan sepak bola yang berbeda.”

“Bagi banyak negara, partisipasi dalam Piala Dunia bukan hanya prestasi olahraga. Ini adalah momen yang menginspirasi satu generasi, mempercepat perkembangan sepak bola, dan menciptakan kenangan yang abadi.”

“Kami percaya bahwa setiap negara yang lolos kualifikasi layak mendapatkan rasa hormat. Setiap tim telah mendapatkan tempatnya berdasarkan prestasi.

Setiap pendukung berhak untuk bermimpi. Setiap pertandingan memiliki makna bagi jutaan orang di seluruh dunia.”

“Oleh karena itu, kami menolak komentar Presiden UEFA dan menegaskan kembali keyakinan kami bahwa pertumbuhan sepak bola harus terus menciptakan peluang, menginspirasi generasi baru, dan memperkuat sifat global sejati dari permainan kami.”

Standar Ganda Format Kompetisi

Pandangan Ceferin dinilai bertolak belakang dengan kebijakannya sendiri.

UEFA juga telah merombak format Liga Champions agar dapat menampung lebih banyak tim dan menyajikan jumlah laga yang lebih padat.

>>> Zion Suzuki Siap Mengawal Gawang Timnas Jepang di Piala Dunia 2026

Perubahan itu memicu masalah penjadwalan hingga risiko cedera pemain.