Selain kanker pankreas, pendekatan ini juga diterapkan pada kanker kolorektal dan penyakit lain. Di Quadram Institute, lebih dari seribu sampel tinja telah dianalisis.

Interaksi antara bakteri dan kanker sangat kompleks. Kanker dapat mengubah ekosistem mikroba, dan sebaliknya komposisi mikroba dapat memengaruhi perkembangan penyakit.

Meski teknologi ini masih dalam tahap awal untuk klinik, peneliti optimistis mikrobioma bisa menjadi kunci deteksi dini kanker mematikan.

Dengan bantuan AI dan bioteknologi, deteksi kanker mungkin tidak lagi bergantung pada gejala, tetapi bisa dimulai dari apa yang kita buang setiap hari.

>>> Igor Tolic Soroti Tantangan Logistik Persib Bandung di Empat Kompetisi

"Kita semakin memahami bahwa jawaban dari berbagai pertanyaan medis bisa tersembunyi dalam hal yang selama ini kita abaikan, yaitu feses," kata peneliti dari Quadram Institute dalam The Conversation, dikutip Minggu (14/6/2026).