Langkah cepat pengurusan dokumen pengganti diambil agar aktivitas sosial ekonomi korban bencana segera pulih.

"Kami ingin memastikan warga yang terdampak musibah tetap dapat mengakses layanan publik tanpa kendala administrasi," tambah Hendra.

Bupati Shalahuddin kembali menyampaikan apresiasi pada Jumat (12/6/2026) atas respons cepat Disdukcapil. "Kehadiran pemerintah harus benar-benar dirasakan masyarakat, terutama saat mereka membutuhkan bantuan," katanya.

Sementara itu, Disdukcapil Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) juga menjalankan program jemput bola ke SMAN 1 Tarutung. Mereka melakukan perekaman e-KTP bagi siswa berusia 17 tahun.

Plt Kepala Disdukcapil Tapanuli Utara Romusa Simanungkalit menyatakan program ini berdasarkan instruksi Bupati Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat.

"Ini untuk membantu masyarakat, terutama siswa-siswi yang akan memiliki KTP pemula," ujar Romusa.

Hingga saat ini, pihak dinas sudah menjangkau belasan sekolah di wilayah tersebut untuk mengejar target perekaman tahun 2026.

Kepala SMAN 1 Tarutung Belman Panjaitan menyambut baik program ini karena menghemat waktu dan biaya orang tua.

>>> Skotlandia Ungguli Haiti Lewat Gol John McGinn di Piala Dunia 2026

Aktivitas pelayanan di sekolah diakhiri dengan perekaman data yang diikuti antusias oleh puluhan pelajar pemohon KTP pemula.