Sejumlah negara peserta Piala Dunia 2026 menghadapi tantangan perjalanan yang berat selama fase penyisihan.

Turnamen yang diselenggarakan di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko ini memaksa beberapa tim menempuh jarak hingga puluhan ribu kilometer untuk menyelesaikan fase grup.

>>> Frans Putros Berpeluang Cetak Sejarah Bersama Irak di Piala Dunia 2026

Setiap federasi sepak bola telah menyetorkan pilihan hotel dan fasilitas latihan kepada FIFA. Tim nasional memilih markas yang tersebar di beberapa kota, seperti Kansas City, Seattle, hingga Miami.

Tantangan pergerakan tim terlihat jelas dari jadwal fase grup yang dirilis.

Brasil memilih bermarkas di pusat latihan New York Red Bulls di Morristown, New Jersey, karena laga mereka mayoritas berlangsung di Pantai Timur Amerika Serikat, seperti New Jersey, Philadelphia, dan Miami.

Keputusan ini membuat Brasil hanya menempuh total jarak sekitar 3.740 kilometer.

Dikutip dari Bola yang melansir analisis Sports Mole, beberapa negara harus melintasi rute yang sangat jauh jika menghitung perjalanan pulang-pergi dari markas tim menuju lokasi pertandingan.

FIFA awalnya mengirimkan daftar lokasi camp pelatihan yang tersedia sebelum setiap federasi menentukan pilihan.

Setelah evaluasi hasil undian fase grup, masing-masing negara memilih lokasi yang paling efisien untuk pergerakan tim.

Curaçao menjadi negara dengan jadwal perjalanan paling berat dalam turnamen ini.

Tim debutan tersebut memilih bermarkas di Boca Raton, Florida, namun harus menempuh jarak lebih dari 10.000 kilometer selama fase grup.

Rata-rata perjalanan yang ditempuh Curaçao mencapai lebih dari 1.500 kilometer untuk setiap pertandingan.

Mereka dijadwalkan melawan Jerman di NRG Stadium Houston, kemudian menantang Ekuador di Arrowhead Stadium Kansas City, dan menutup fase grup kontra Pantai Gading di Lincoln Financial Field Philadelphia.