Tidak Selalu Mulus

Perjalanan menuju status triliuner tidak berlangsung tanpa hambatan. Akuisisi Twitter memaksanya menjual saham Tesla senilai lebih dari US$15 miliar. Langkah itu sempat memicu tekanan terhadap harga saham produsen mobil listrik tersebut karena pasar menilai transaksi pembelian platform media sosial itu terlalu mahal.

Musk juga pernah kehilangan paket kompensasi Tesla senilai US$56 miliar setelah dibatalkan pengadilan Delaware menyusul gugatan sejumlah investor.

Di sisi lain, keterlibatannya dalam Departemen Efisiensi Pemerintahan Presiden Donald Trump serta dukungannya terhadap sejumlah gerakan politik menuai kritik. Dampaknya terasa pada penjualan kendaraan Tesla yang mengalami penurunan di beberapa pasar.

Meski demikian, sejumlah aset utama Musk justru terus bertumbuh. Twitter yang kemudian berganti nama menjadi X memperoleh nilai baru dari pemanfaatan data untuk kebutuhan kecerdasan buatan. Platform tersebut selanjutnya digabungkan dengan xAI.

Tesla juga memenangkan proses banding yang membuka jalan bagi Musk untuk mempertahankan paket kompensasi sebelumnya. Selain itu, tersedia skema penghargaan baru yang nilainya dapat mencapai US$1 triliun apabila target perusahaan terpenuhi.

SpaceX Jadi Mesin Pertumbuhan Kekayaan

Walaupun Tesla menjadi kendaraan utama yang mengangkat Musk ke jajaran orang terkaya dunia, lonjakan kekayaannya menuju level triliuner lebih banyak ditopang oleh SpaceX.

Perusahaan antariksa yang berdiri pada 2002 itu kini mendominasi pasar peluncuran orbital. Bisnis internet satelit Starlink yang mulai dipasarkan pada 2019 turut memperluas sumber pendapatan perusahaan.

Valuasi SpaceX yang berada di kisaran US$100 miliar pada putaran pendanaan tahun 2021 terus meningkat. Setelah penggabungan dengan xAI dan X, nilai kelompok usaha tersebut disebut mencapai sekitar US$1 triliun pada Februari lalu.

Gabungan bisnis tersebut juga mencatat penggalangan dana US$75 miliar, menjadikannya pemegang rekor penawaran umum perdana terbesar sepanjang sejarah. Kontribusinya terhadap kekayaan bersih Musk kini diperkirakan melebihi 70 persen.

Sebagian Besar Masih Berupa Aset Kertas

Mayoritas kekayaan Musk masih berbentuk kepemilikan saham pada perusahaan-perusahaan yang ia pimpin. Karena itu, nilai kekayaannya sangat bergantung pada valuasi bisnis tersebut.

Baik Tesla maupun SpaceX memiliki skema kompensasi berbasis ekuitas yang memberikan saham tambahan kepada Musk apabila perusahaan mencapai target keuangan dan operasional tertentu.

Jika seluruh sasaran itu tercapai, nilai gabungan paket kompensasi dari kedua perusahaan diperkirakan dapat mencapai sekitar US$1,8 triliun.