Sedikit saja buat kesalahan bisa fatal," imbuhnya.

Kebugaran fisik skuad asuhan Nova Arianto dinilai terkuras habis setelah jadwal padat di fase grup.

"Itulah yang dialami Indonesia, di saat bisa bertahan dari serangan-serangan lawan hingga menit-menit akhir pertandingan. Pada akhirnya sedikit kesalahan berbuah gol dari lawan," ujar Kesit.

Perbedaan beban pertandingan di babak penyisihan disebut memberikan keuntungan kebugaran bagi Australia.

"Fisik para pemain benar-benar terkuras kendati mampu bermain baik dan terus mencoba meladeni permainan lawan," kata Kesit.

Faktor jumlah pertandingan di fase grup menjadi pembeda utama dalam sisa energi kedua tim pada laga semifinal. "Dibandingkan Australia, mereka bermain lebih sedikit di fase grup.

>>> Ketua Sepak Bola Palestina Jibril Rajoub Masih Menanti Visa AS untuk Piala Dunia 2026

Hanya dua laga relatif lebih ringan, Kamboja dan Filipina. Sedangkan Indonesia tiga laga dan terbilang lumayan berat, yakni Myanmar, Timor-Leste, Vietnam," pungkas Kesit.