PT Pindad segera melakukan perbaikan menyeluruh terhadap mobil kepresidenan Maung MV3 Garuda Limousine yang sempat mengalami kebocoran atap saat digunakan oleh Presiden Prabowo Subianto.

Kepastian penanganan kendala teknis pada kendaraan operasional kepala negara tersebut disampaikan oleh pihak perusahaan pada Jumat (12/6/2026).

>>> Kawasaki Tegaskan Komitmen Garap Pasar Motor Sport dan Trail Indonesia

Masalah teknis berupa kebocoran air dan munculnya bunyi bising pada bagian bawah kendaraan terjadi di awal masa penggunaan mobil dinas baru tersebut.

Berdasarkan informasi yang dilansir dari Detik Oto, kendala muncul ketika kendaraan buatan dalam negeri ini dikendarai dalam situasi hujan deras di jalur pegunungan.

Presiden Prabowo Subianto menceritakan pengalamannya saat beristirahat di dalam mobil kepresidenan ketika cuaca hujan, yang kemudian mendapati adanya tetesan air masuk dari bagian atap.

Meskipun menghadapi kendala teknis tersebut, ia memilih untuk tetap menggunakan kendaraan dinas itu ke berbagai agenda kenegaraan.

"Suatu saat saya tidur di mobil, karena hujan deras di luar, tahu-tahu 'tek tek tek', saya bangun, rupanya bocor.

Ya namanya baru, saya kirim kembali lah, ini kan buatan Pindad. Saya bilang, tolonglah bocornya dikurangi," ungkap Presiden Prabowo Subianto.

Pihak produsen langsung menarik kembali unit kendaraan tersebut begitu menerima laporan dari presiden guna dilakukan evaluasi menyeluruh.

Kendaraan kemudian disesuaikan kembali agar dapat melewati jalur medan berat tanpa menimbulkan suara berisik.

"Terus mobil dipakai naik gunung, gledak gledak, tapi nggak apa-apa, demi nasionalisme saya tetap pakai mobil ini," kata Presiden Prabowo Subianto menambahkan.

Penyebab Kebocoran Atap

Manajemen PT Pindad memberikan klarifikasi resmi mengenai penyebab terjadinya rembesan air pada atap kendaraan tersebut lewat penjelasan di media sosial.