Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan tewasnya pemimpin kartel Tren de Aragua, Niño Guerrero.

Kematian Guerrero terjadi dalam sebuah operasi militer terkoordinasi antara AS dan Venezuela pada Sabtu, 13 Juni 2026.

>>> Pertamina Hulu Rokan Buka Lowongan Magang Juni 2026 di Jakarta dan Riau

Pengumuman tersebut disampaikan Trump melalui unggahan di platform Truth Social. Ia menegaskan bahwa kelompok kriminal itu tidak lagi memiliki tempat berlindung yang aman.

"Teroris Tren de Aragua tidak lagi memiliki tempat berlindung yang aman di Venezuela maupun di tempat lain," kata Trump dalam pernyataannya.

Operasi Bersama dan Dampaknya

Operasi bersama ini menyasar figur puncak dari jaringan yang telah dikategorikan sebagai organisasi teroris oleh pemerintah AS. Keberhasilan operasi ini dinilai memukul mundur pergerakan kelompok tersebut secara signifikan.

Pemerintah AS melalui pernyataan resmi menegaskan bahwa tindakan tegas ini merupakan bagian dari komitmen pemberantasan jaringan kriminal lintas negara.

>>> Hansi Flick Kecewa Barcelona Kalah dari Deportivo Alaves

Penetapan Tren de Aragua sebagai organisasi teroris global telah dilakukan oleh Trump sejak awal masa jabatan keduanya tahun lalu.

Langkah ini memperluas yurisdiksi penegakan hukum untuk memburu para anggotanya.

Kelompok kriminal terorganisir ini awalnya terbentuk di dalam sebuah penjara di Venezuela lebih dari satu dekade lalu. Jaringan tersebut kemudian berekspansi ke berbagai negara di kawasan Amerika Latin.

>>> Dua Lembaga Penagih Kewajiban Finansial: Pajak vs BPJS Kesehatan

Dalam perkembangannya, kelompok ini berhasil masuk ke wilayah AS. Penetrasi mereka diintensifkan melalui keterlibatan dalam jaringan perdagangan manusia dan aktivitas migrasi ilegal di perbatasan.