"Setiap pemain memiliki mentalitas yang berbeda. Bagiku, pemain seperti Roy Keane dan Paul Scholes adalah legenda, dan aku pikir mereka seharusnya membantu tim.

Beberapa komentar itu tidak masuk akal bagiku. Saat kamu muda, itu lebih menyakitkan; sekarang di usia 32, berbeda.

Kamu mengembangkan kulit yang lebih tebal," tuturnya.

Setelah kepergian Mourinho, posisi manajer digantikan oleh Ole Gunnar Solskjaer yang juga meninggalkan kesan mendalam bagi Bailly.

"Setiap pelatih membawa sesuatu yang berbeda. Aku memiliki hubungan baik yang serupa dengan Ole.

Kami memiliki masa-masa baik dan buruk. Tapi aku selalu merasa Manchester United seperti sebuah keluarga," sebutnya.

>>> Barcelona Rekrut Anthony Gordon, Spesialis Penalti Baru

Dukungan untuk Carrick dan Pujian untuk Ronaldo

Mengenai penunjukan Michael Carrick sebagai manajer Manchester United, Bailly memberikan dukungan penuh agar manajemen memberikan waktu bagi sang pelatih.

"Dalam situasi saat ini, aku pikir dia adalah orang yang tepat. Saat dia datang, dia membawa hal-hal baik, dan tim mulai memenangkan pertandingan.

Aku pikir Manchester United harus memberinya waktu. Aku percaya Carrick bisa membalikkan situasi," urainya.

Bailly juga menceritakan atmosfer ruang ganti Setan Merah ketika Cristiano Ronaldo kembali bergabung pada tahun 2021.

"Bagiku, Cristiano adalah pemain terbaik di dunia. Saat dia kembali, semua orang senang.

Dia memberikan dampak besar. Dedikasinya luar biasa.

Pertama masuk, terakhir keluar setiap hari. Aku tidak senang dengan bagaimana akhirnya di klub, tapi Cristiano memberikan segalanya.

Kamu hanya perlu melihat apa yang masih dia lakukan di Arab Saudi di usianya. Dia luar biasa," kenang Bailly.

Hubungan dekatnya dengan Paul Pogba pun diungkapkan oleh Bailly, yang menganggap gelandang asal Prancis tersebut seperti saudaranya sendiri.