Atlet loncat indah Indonesia, Gladies Lariesa Garina Haga Kore, turun di Kejurnas Akuatik 2026 yang berlangsung di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno, Jakarta.

Ajang ini dimanfaatkannya untuk membiasakan diri kembali dengan atmosfer pertandingan setelah disibukkan oleh aktivitas kuliah.

>>> Cara Daftar GoPayLater di Aplikasi Gojek dengan Mudah

Kompetisi loncat indah digelar pada 5-7 Mei 2026. Sebanyak 84 atlet dari 12 tim berlaga untuk meraih prestasi terbaik.

Gladies menegaskan bahwa partisipasinya bukan semata-mata mengejar hasil akhir. Ia ingin mengatasi rasa gugup dan memulihkan konsistensi penampilan di papan loncat.

"Kalau di Kejurnas ini buat membiasakan diri untuk pertandingan saja dan mengatasi rasa gugup," ujar Gladies.

Ia mengakui performanya saat ini belum maksimal karena harus membagi waktu antara latihan dan kuliah.

"Untuk sekarang masih belum maksimal karena masih fokus kuliah, jadi bertabrakan dengan jadwal latihan dan pertandingan," jelasnya.

Meski begitu, Gladies menargetkan peningkatan nilai secara bertahap. "Biasanya nilai masih di kisaran lima atau enam, jadi ingin naik ke tujuh.

Itu yang sedang dikejar dari latihan dan performa," katanya.

>>> Kanada Kehilangan Alphonso Davies Jelang Laga Kontra Bosnia

Atlet asal Indonesia ini juga menyatakan kesiapan jika dipanggil memperkuat tim nasional di ajang internasional. "Kalau dipanggil tentu siap berangkat.

Kalau tidak, kami tetap menyiapkan diri untuk pertandingan internasional lainnya," ujarnya.

Selain proyeksi Asian Games 2026 di Aichi-Nagoya, Gladies mengincar kejuaraan di Hong Kong pada Desember mendatang.

Sementara itu, atlet muda seperti Adelia Chantika juga tampil gemilang dengan meraih emas.

Wakil Ketua Komisi Teknik Loncat Indah Akuatik Indonesia, Ronaldy Herbintoro, mencatat adanya lonjakan kualitas kompetisi. "Kalau melihat Kejurnas kali ini, banyak kejutan, terutama dari atlet lapis kedua.

Mereka sudah mulai menunjukkan teknik dan power yang lebih baik, bahkan membuat pelatih dan senior cukup terkejut," katanya.

>>> Adhyaksa FC Pindahkan Kandang ke Stadion Tuah Pahoe Palangka Raya

Peningkatan performa para atlet lapis kedua ini menjadi indikator positif bagi regenerasi olahraga loncat indah di Indonesia.