Namun, di lapangan, informasi mengenai lokasi parkir resmi masih minim.

Akibatnya, banyak pengunjung memanfaatkan area sekitar toko atau rumah makan untuk menitipkan kendaraan, meskipun kapasitasnya terbatas.

Sebagian lainnya mencoba parkir di area perkantoran, dengan syarat datang lebih awal sebelum CFD dimulai.

Situasi ini bahkan memunculkan pengalaman tersendiri bagi sebagian pengunjung yang harus menunggu hingga CFD selesai untuk bisa keluar dari area tersebut.

Pada akhirnya, CFD sebagai ruang publik memiliki peran penting dalam menyediakan udara segar, ruang interaksi, dan peluang ekonomi bagi masyarakat.

Namun, pelaksanaannya tetap perlu dievaluasi secara berkala agar manfaat yang dihadirkan tidak beriringan dengan gangguan yang dirasakan oleh pihak lain.

Keseimbangan antara kebutuhan rekreasi, ekonomi, dan mobilitas menjadi kunci agar kegiatan seperti CFD dapat diterima secara luas dan berkelanjutan.

>>> Instagram, Facebook, dan Threads Alami Gangguan Massal Global

Dengan pengelolaan yang lebih adaptif—mulai dari pengaturan lalu lintas, penyediaan parkir, hingga komunikasi informasi, CFD Cibinong diharapkan dapat terus berkembang sebagai ruang publik yang inklusif dan nyaman bagi semua pihak.