Aparat kepolisian membubarkan paksa massa aksi unjuk rasa di Jalan Jenderal Sudirman hingga kawasan MH Thamrin, Jakarta Pusat, pada Jumat malam.

Pembubaran dilakukan demi membuka kembali akses jalan publik yang terblokade.

>>> Higgs Games Island Hadirkan Luís Figo ke Jakarta

Ketegangan sempat terjadi ketika sejumlah demonstran menolak mundur. Mereka mempertanyakan pembatasan pergerakan massa oleh aparat sejak sore hari.

Situasi memanas setelah beberapa botol air minum dilempar dari arah belakang massa hingga mengenai barisan petugas.

Hal itu memicu aksi saling dorong secara singkat sebelum perwakilan polisi mundur ke belakang barikade besi.

Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Pol Reynold Hutagalung mengapresiasi peserta aksi yang bertahan hingga malam. Namun, ia mengingatkan agar penyampaian pendapat tidak merugikan kepentingan masyarakat luas.

Reynold menegaskan bahwa kepolisian menjamin kebebasan berpendapat.

>>> Lebih dari 500 Mahasiswa Indonesia Kuliah di Rusia dengan Kuota Gratis

Namun, ruas jalan utama tersebut harus segera dibuka karena kawasan Bundaran HI akan digunakan untuk pelaksanaan Jakarta International Marathon (Jakim) pada Sabtu pagi.

"Kami hormat kepada saudara-saudara sekalian. Mari memperjuangkan aspirasi dengan tidak mencederai aspirasi itu sendiri," ujar Kombes Pol Reynold Hutagalung.

Massa di barisan depan sempat berupaya menenangkan peserta lain dengan mengajak bernyanyi bersama untuk meredakan provokasi. "Hati-hati provokasi," seru massa secara bersamaan.

Setelah kondisi terkendali melalui dialog lanjutan, aparat menurunkan barikade besi dan mendorong massa mundur secara bertahap.

>>> Gangguan Global Lumpuhkan Facebook, Instagram, dan Messenger

Sekitar pukul 21.40 WIB situasi dinyatakan kondusif dan arus lalu lintas dari arah Semanggi menuju Bundaran HI kembali dibuka.