Kapten Timnas Perancis, Kylian Mbappe, menyatakan ketidaksetujuannya jika pelatih Didier Deschamps menangani negara lain, terutama Italia.

Pernyataan itu disampaikan Mbappe dalam wawancara dengan media Perancis M6, Jumat (12/6/2026).

>>> PepsiCo Indonesia Manfaatkan Piala Dunia 2026 Dongkrak Penjualan Lay's

Mbappe mengagumi fleksibilitas taktik dan kepemimpinan Deschamps yang telah menukangi Perancis sejak 2012.

"Saya melihatnya tersenyum, dan dia juga lebih fleksibel.

Dulu, saya mengenalnya sebagai sosok yang lebih tegas, tetapi kekuatannya terletak pada kemampuannya beradaptasi dengan generasi baru," ujar Mbappe.

Ia menambahkan bahwa Deschamps selalu konsisten menjaga keutuhan tim meskipun tekanan di level internasional sangat tinggi.

"Itu tidak mudah. Namun, dia tidak pernah mengubah pesannya.

Kami berusaha memaksimalkan kehadirannya dan menghormatinya dengan menang sesuai caranya," kata Mbappe.

>>> Intervensi Manusia Picu Kemunculan Biawak dan Invasi Ikan Sapu-Sapu

Rumor kepindahan Deschamps ke Italia mulai ramai setelah ia memberi sinyal siap tantangan baru usai Piala Dunia 2026.

Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) dilaporkan tengah bersiap menunjuk pelatih baru setelah pemilihan presiden pada 22 Juni 2026.

Selain Deschamps, nama Roberto Mancini juga muncul sebagai kandidat kuat. Mancini sebelumnya hengkang ke Arab Saudi pada 2023.

Mbappe berharap Deschamps tetap menjaga identitasnya sebagai orang Perancis dan tidak melatih tim nasional lain.

"Namun, saya harap dia tidak melatih tim nasional lain. Saya melihat laporan yang mengaitkannya dengan Italia.

>>> Kejagung Tetapkan Komisaris PT YAT Tersangka Korupsi Badan Gizi Nasional

Itu akan disayangkan. Didier adalah orang Perancis; dia milik kita," tegas Mbappe.