Piala Dunia 2026 menyajikan banyak cerita menarik, salah satunya kemunculan penyerang muda asal Mesir, Hamza Abdelkarim.

Kehadirannya di panggung sepak bola global menjadi kejutan besar, terutama setelah ia resmi bergabung dengan raksasa Spanyol, Barcelona, melalui proses transfer yang penuh liku.

>>> PT Timah Bagikan Dividen Rp 656,8 Miliar Usai Laba Bersih Naik 10,08%

Proses kepindahan Hamza ke Barcelona tidaklah sederhana.

Negosiasi panjang dan alot dengan klub lamanya, Al Ahli, sempat membuat hubungan kedua pihak berada di ambang kegagalan.

Ketertarikan Blaugrana mulai memuncak saat Hamza tampil memukau pada turnamen Piala Dunia U20 pada Oktober 2025 lalu.

Keberhasilan mendatangkan Hamza tidak lepas dari peran kepala pemandu bakat, Joao Amaral, dan Direktur Olahraga Barcelona, Deco, yang turun langsung meyakinkan sang pemain.

Meski harus menjalani jalur pengembangan di struktur klub sebelum menembus tim utama, Hamza melihat visi jangka panjang yang ditawarkan Blaugrana.

>>> Pemerintah Konsultasi dengan MA Terkait Penerapan Common Law di IFC

Investasi Jangka Panjang Blaugrana

Barcelona menegaskan bahwa jika Hamza menunjukkan kualitas dan kepribadian, kesempatan bermain di tim utama tidak akan lama lagi.

Keyakinan itu beralasan, mengingat klub asal Catalan ini sukses mengorbitkan talenta seperti Gavi, Fermin, Pau Cubarsi, dan Lamine Yamal melalui jalur serupa.

Kesempatan memakai seragam Blaugrana yang diimpikan sejak kecil membuat Hamza bersedia mengambil risiko, bahkan memperpanjang kontrak dengan Al Ahli demi memuluskan kepindahan ke Spanyol.

Kini, Hamza menjadi salah satu rekrutan paling mengejutkan di Piala Dunia 2026.

Meski baru mencatatkan penampilan singkat lima menit bersama tim senior Mesir, pelatih Hossam Hassan percaya pada potensinya.

>>> Inflasi AS Tembus 4,2 Persen, The Fed Berpotensi Naikkan Suku Bunga

Hamza kini berada satu skuad dengan bintang besar seperti Mohamed Salah dan Omar Marmoush untuk mewakili negaranya.