Inflasi AS Tembus 4,2 Persen, The Fed Berpotensi Naikkan Suku Bunga
Amerika Serikat mencatat lonjakan inflasi tahunan hingga 4,2 persen pada Mei 2026, berdasarkan laporan Indeks Harga Komponen (CPI) dari Biro Statistik Ketenagakerjaan AS.
Angka ini lebih tinggi dibandingkan inflasi April yang sebesar 3,8 persen. Sementara inflasi bulanan tercatat 0,5 persen, sedikit melandai dari 0,6 persen pada bulan sebelumnya.
>>> Kementerian PU Rampungkan Seluruh Jalur Lintas Selatan Tulungagung
Kenaikan inflasi tahunan didorong oleh seluruh indeks harga.
Inflasi inti yang tidak termasuk sektor makanan dan energi berada di level 2,9 persen, naik tipis dari 2,8 persen pada April.
Sektor energi menjadi penyumbang tertinggi dengan lonjakan 23,5 persen secara tahunan.
Indeks harga bahan bakar minyak melesat hingga 40,5 persen, sementara tarif listrik naik 5,9 persen dan gas alam 3 persen.
Secara bulanan, indeks harga energi naik 3,9 persen pada Mei, meningkat dari 3,8 persen pada April.
>>> Kenaikan Harga Pertamax Dinilai Kurangi Tekanan Kompensasi Energi
Inflasi sektor makanan tercatat 3,1 persen secara tahunan.
Dampak ke Pasar Keuangan dan Respons BI
Suku bunga tinggi di AS diproyeksikan menekan pasar keuangan negara berkembang seperti Indonesia karena memicu aliran modal asing keluar.
Bank Indonesia (BI) berpeluang melakukan pengetatan moneter lebih lanjut setelah menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada 9 Juni 2026.
Ekonom PT Bank Danamon Indonesia Tbk. Hosianna Evalita Situmorang mengatakan kenaikan harga BBM Pertamax dan depresiasi nilai tukar terhadap barang impor membuat BI perlu menyesuaikan suku bunga untuk meredam inflasi.
Head of Macroeconomic and Financial Market Research PT Bank Permata Tbk. Faisal Rachman memperkirakan BI akan menaikkan suku bunga kebijakan 25 bps lagi menjadi 5,75 persen pada kuartal III/2026.
>>> Pegadaian Resmi Bergabung sebagai Pemegang Rekening KSEI untuk Luncurkan ETF Emas
Ia menambahkan sinyal hawkish The Fed untuk menaikkan suku bunga pada Desember 2026 semakin kuat, sehingga BI diprediksi tetap pro-stabilitas demi menjaga daya tarik aset keuangan domestik.
Update Terbaru
Samsung Galaxy A27 5G Resmi Meluncur, Bawa Layar AMOLED 120Hz dan Kamera OIS 50MP
Jumat / 12-06-2026, 21:01 WIB
4 Pilihan Laptop Terbaik 2026 untuk Berbagai Kebutuhan
Jumat / 12-06-2026, 21:01 WIB
Pertamina Pasang PLTS di Kapal OB Patra 2303 untuk Tekan Emisi Karbon Sektor Maritim
Jumat / 12-06-2026, 21:00 WIB
IHSG Pekan Depan Diproyeksi Bergerak pada Rentang 5.900 Hingga 6.220
Jumat / 12-06-2026, 21:00 WIB
Genesis Magma GT Concept Makin Dekat ke Produksi, Versi GT3 Juga Muncul
Jumat / 12-06-2026, 20:57 WIB
Dokter di Pakistan Angkat Kembar Parasit dari Dada Bocah Lima Tahun
Jumat / 12-06-2026, 20:56 WIB
PT IWIP Resmikan Sanctuary Park 11 Hektar di Halmahera Tengah
Jumat / 12-06-2026, 20:56 WIB
QJMOTOR Hadiahi Pembeli Motor Liburan Gratis ke China
Jumat / 12-06-2026, 20:56 WIB
Korea Selatan Balikkan Keadaan, Tekuk Republik Ceko 2-1 di Piala Dunia 2026
Jumat / 12-06-2026, 20:56 WIB
Amazon Smartchoice Days: Diskon Laptop, Tablet, dan Elektronik Lainnya
Jumat / 12-06-2026, 20:52 WIB
RMK Energy Targetkan Penjualan Batu Bara 3,8 Juta Ton pada 2026
Jumat / 12-06-2026, 20:52 WIB
Internet BAKTI Komdigi Jaga Pelayanan Publik di Kampung Payung Payung
Jumat / 12-06-2026, 20:52 WIB
John Slover Soroti Pentingnya Pendidikan Luar Negeri untuk Karier Global
Jumat / 12-06-2026, 20:48 WIB
Pemerintah Resmi Naikkan Harga Pertamax dan Pertamax Green 95
Jumat / 12-06-2026, 20:46 WIB






