Amerika Serikat dan Iran diperkirakan akan segera menandatangani memorandum untuk menghentikan perang di Teluk Persia.

Jenewa muncul sebagai lokasi yang paling memungkinkan untuk pelaksanaan penandatanganan tersebut, menurut informasi dari sumber Barat.

>>> SIG Perkuat Pasar Domestik dan Resmikan Fasilitas Ekspor Baru di Tuban

Proses finalisasi bahasa perjanjian saat ini sedang berjalan.

Meski demikian, pihak Iran tetap bersikukuh bahwa kesepakatan tersebut juga wajib menghentikan konflik di Lebanon, tempat Israel tengah bertempur melawan kelompok milisi Hezbollah yang didukung oleh Teheran.

Target penyelesaian kata-kata dalam perjanjian ditetapkan paling lambat Sabtu.

Dokumen tersebut rencananya akan ditandatangani oleh Wakil Presiden AS JD Vance dan Ketua Parlemen Iran Mohammed Baqer Qalibaf.

Presiden Donald Trump menyatakan pada Kamis bahwa dirinya telah membatalkan rencana serangan baru ke Iran karena kesepakatan tersebut kini sudah siap.

"Kami baru saja membuat penyelesaian besar atas perang dengan Iran," kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih.

Namun, rincian awal dari pejabat Iran mengindikasikan bahwa Teheran hampir sepenuhnya mendapatkan poin-poin yang mereka minta sejauh ini.

Sebaliknya, Trump tampaknya hanya memperoleh sedikit keuntungan, termasuk dibukanya kembali Selat Hormuz yang sempat ditutup oleh Iran setelah serangan AS pada Februari.

Berdasarkan keterangan sumber senior Iran, rancangan perjanjian tersebut akan mencakup penghapusan sanksi minyak, pencairan dana Iran senilai miliaran dolar, dan penghentian permusuhan di seluruh front, termasuk di Lebanon.

Sementara itu, isu nuklir akan dibahas pada negosiasi terpisah di masa depan.

Pihak Amerika Serikat ingin memastikan Iran tidak pernah mengembangkan senjata nuklir. Di sisi lain, Iran menegaskan bahwa mereka tidak sedang mencarinya.

>>> Pancasakti Group Gelar Pancasakti Run 2026 di Tangerang