Laporan dari media Iran Mehr menyebutkan bahwa perjanjian ini juga memuat konsesi penting lain dari pihak AS.

Konsesi tersebut mencakup komitmen untuk menarik pasukan dari sekitar wilayah Iran dan menyusun rencana rekonstruksi ekonomi Iran dengan nilai minimal 300 miliar dolar AS.

Pengumuman yang disampaikan oleh Trump mengenai kesepakatan ini memicu reli di pasar global serta penurunan harga minyak dunia.

Kejadian ini berlangsung beberapa jam setelah dirinya sempat kembali mengancam akan melakukan serangan keras terhadap Iran.

Harga minyak Brent terpantau turun lebih dari 2% pada perdagangan pagi di Eropa.

Ketegangan yang Belum Mereda di Selat Hormuz

Walaupun kesepakatan damai mendekat, situasi di lapangan terpantau masih panas. Pasukan AS dilaporkan menembak jatuh dua drone serangan satu arah milik Iran yang mencoba menyerang kapal dagang.

Media Iran juga melaporkan bahwa militer mereka sempat menghentikan sebuah kapal tanker yang melewati selat, diiringi suara ledakan pada Jumat dini hari.

Konflik ini telah menjadi masalah politik yang cukup pelik bagi Gedung Putih. Hasil survei menunjukkan bahwa tingkat persetujuan terhadap Trump menurun akibat kemarahan publik atas tingginya harga bensin.

Sejumlah anggota Partai Republik khawatir ketidakpopuleran perang ini dapat memengaruhi kontrol mereka atas Kongres pada pemilu sela November mendatang.

Di sisi lain, upaya pengendalian konflik di Lebanon diperkirakan akan sulit diterima oleh Israel.

Negara tersebut telah memulai perang bersama AS sejak Februari lalu dan belum dilibatkan dalam negosiasi damai ini.

>>> Daftar Harga HP Xiaomi, Redmi, dan Poco Terbaru Juni 2026

Kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menegaskan bahwa Israel bukan merupakan pihak dalam memorandum dengan Iran tersebut.