PT Semen Indonesia (Persero) Tbk atau SIG menjalankan dua strategi utama untuk memperkuat bisnisnya, yaitu mempererat hubungan dengan distributor domestik dan memperluas pasar internasional.

Langkah ini diambil untuk menjaga pertumbuhan korporasi di tengah persaingan industri semen yang semakin ketat.

>>> Pancasakti Group Gelar Pancasakti Run 2026 di Tangerang

SIG aktif membangun kedekatan dengan mitra distributor melalui program Factory Visit Experience with SIG Regional 6.

Program ini dirancang agar mitra memahami proses produksi secara mendalam dan mengetahui arah strategi perseroan ke depan.

Salah satu peserta adalah Toko Mutiara, distributor bahan bangunan asal Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur.

Mereka mengunjungi fasilitas produksi SIG di Pangkep, Sulawesi Selatan, pada 6–8 Mei 2025.

Dalam kunjungan tersebut, manajemen SIG memaparkan dinamika persaingan industri, perkembangan penjualan, serta proyeksi kapasitas dan permintaan pasar hingga 2029.

Pemilik Toko Mutiara, Dimas Hajar Ali, menilai program ini memberikan wawasan luas mengenai bisnis semen nasional.

"Kegiatan ini menjadi pengalaman berharga sekaligus motivasi untuk terus meningkatkan pelayanan kepada pelanggan," ujar Dimas.

Ia menambahkan, melihat langsung proses manufaktur membuat distributor memahami standar kualitas dan efisiensi produksi yang diterapkan.

Hal ini dinilai krusial untuk memperkuat kepercayaan mitra saat memasarkan produk ke konsumen.

>>> Daftar Harga HP Xiaomi, Redmi, dan Poco Terbaru Juni 2026

Fasilitas Ekspor Baru di Tuban

Selain memperkokoh pasar domestik, SIG meresmikan fasilitas dermaga dan produksi khusus ekspor di Tuban, Jawa Timur, pada Kamis (11/6/2026).

Infrastruktur baru ini memiliki kapasitas muat hingga 1 juta ton semen per tahun.

Fasilitas di Tuban diproyeksikan menjadi hub utama pengapalan luar negeri, terutama untuk memenuhi permintaan dari Amerika Serikat.