Mongolia Dalam Perluas Penggunaan Batu Bara untuk Produksi Bahan Kimia
Pertumbuhan industri ini dalam beberapa tahun terakhir telah mendorong lonjakan emisi karbon.
>>> DEN Rombak Skema Subsidi Energi, Beralih ke Bantuan Langsung Individu
Nilai emisi tersebut tercatat meningkat 12% hanya pada 2025, menurut Center for Research on Energy and Clean Air.
Mongolia Dalam Juga Pelopor Energi Bersih
Mongolia Dalam juga muncul sebagai salah satu pelopor energi bersih terkuat di China.
Wilayah ini memiliki pembangkit listrik tenaga angin terbesar di negara itu tahun lalu serta sejumlah pabrik teknologi hijau, termasuk milik Ming Yang Smart Energy Group Ltd. dan Envision Energy Co.
Menurut Huang, wilayah tersebut memimpin China dalam kapasitas dan produksi energi terbarukan.
Total kapasitas terpasang energi terbarukan di sana telah melampaui 175 gigawatt atau sekitar 9% dari total nasional.
Produksi energi terbarukan di Mongolia Dalam bahkan begitu berlimpah sehingga sebagian output sering harus dikurangi. Hal ini terjadi akibat keterbatasan jaringan listrik dan kurangnya permintaan lokal.
Pemerintah daerah ingin memanfaatkan sumber daya tersebut untuk menjadikan wilayah itu sebagai pusat utama penyedia energi bagi pusat data dan ledakan industri kecerdasan buatan (AI).
"Wilayah ini akan bertransformasi dari pengekspor sumber daya menjadi penggerak kekuatan komputasi," kata Huang. "Kami akan mengubah sumber daya alam Mongolia Dalam menjadi listrik dan daya komputasi."
Para pejabat daerah pada Kamis menyatakan bahwa wilayah tersebut akan mencapai puncak emisi sesuai jadwal, yakni sebelum 2030, sembari tetap mempertahankan peran batu bara dalam sistem energi China.
"Meyakini bahwa tidak ada industri yang usang, yang ada hanyalah teknologi yang ketinggalan zaman. Karena itu kami sepenuhnya mendorong penghijauan operasi pertambangan," ujar Huang.
>>> Harga Itel A200 Juni 2026 Mulai Rp1,5 Jutaan, Usung Layar 120Hz dan Sertifikasi IP65
"Transformasi cerdas sangat selaras dengan perencanaan dan strategi nasional, dengan secara bertahap mengembangkan berbagai proyek kimia batu bara modern yang hijau dan rendah karbon."
Update Terbaru
Tokio Marine Life: Volatilitas IHSG Pengaruhi Unitlink Jangka Pendek, Buka Peluang Jangka Panjang
Jumat / 12-06-2026, 20:42 WIB
Kanada Ajukan RUU Larang Anak di Bawah 16 Tahun Punya Akun Medsos
Jumat / 12-06-2026, 20:42 WIB
Spring 2026 Anime Rankings Week 10: Re:ZERO Kembali Puncaki Daftar
Jumat / 12-06-2026, 20:41 WIB
Skotlandia Siap Hadapi Brasil di Piala Dunia 2026
Jumat / 12-06-2026, 20:40 WIB
Sony Luncurkan 1000X THE COLLEXION untuk Rayakan Satu Dekade Seri Premium
Jumat / 12-06-2026, 20:40 WIB
QJMOTOR Beri Hadiah Liburan ke China Tanpa Diundi di PRJ 2026
Jumat / 12-06-2026, 20:37 WIB
Veda Ega Pratama Raih Dua Podium pada Moto3 2026
Jumat / 12-06-2026, 20:37 WIB
PT Idea Indonesia Akademi Tbk Raih Laba Bersih Rp2,77 Miliar pada 2025
Jumat / 12-06-2026, 20:37 WIB
100 Ucapan Pernikahan Islami Penuh Doa dan Makna untuk Keluarga Sakinah
Jumat / 12-06-2026, 20:37 WIB
QJMOTOR Hadiahi Konsumen Liburan ke China Selama PRJ 2026
Jumat / 12-06-2026, 20:36 WIB
Veda Ega Pratama Duduki Peringkat Keenam Klasemen Moto3 2026
Jumat / 12-06-2026, 20:32 WIB
Xiaomi Luncurkan Mijia Portable Coffee Machine untuk Penikmat Espresso
Jumat / 12-06-2026, 20:32 WIB
Dara Arafah Jalani Pemeriksaan Saksi Kasus Dugaan Penipuan Umrah
Jumat / 12-06-2026, 20:28 WIB
Memahami Jam Tidur Bayi 4 Bulan dan Cara Mengatur Polanya
Jumat / 12-06-2026, 20:28 WIB






