PT Phapros Tbk (PEHA) menargetkan pertumbuhan kinerja hingga dua digit sepanjang tahun 2026. Target ini disampaikan manajemen dalam paparan publik virtual di Jakarta, Kamis (11/6/2026).

Optimisme tersebut didasari pencapaian positif perusahaan pada tahun lalu dan kuartal I-2026. Perseroan berhasil membalikkan kondisi dari merugi menjadi mencetak keuntungan pada 2025.

>>> Cara Aktifkan dan Gunakan TikTok Paylater 2026 untuk Belanja Cicilan

Direktur Utama Phapros, Intan Abdams Katoppo, menyatakan bahwa perseroan berada di jalur tepat menjaga profitabilitas.

"Setelah pencapaian penting pada 2025 dengan membalik dari kerugian menjadi profit, Phapros juga melanjutkan tren positif tersebut di kuartal I-2026," ujarnya.

Pada kuartal I-2026, laba bersih PEHA melonjak 112,86% secara tahunan (yoy).

Kenaikan ini didorong pertumbuhan penjualan sebesar 10,17% menjadi Rp 221,09 miliar, dibandingkan Rp 200,67 miliar pada periode sama tahun sebelumnya.

Arus kas perusahaan per 31 Maret 2026 tercatat positif Rp 37,2 miliar.

>>> Pemerintah Berikan Subsidi Kedelai Rp 2.000 per Kg untuk Perajin Tempe

Angka ini melesat 289,0% dibandingkan posisi akhir Maret 2025 yang sempat minus Rp 19,6 miliar.

Strategi Menghadapi Tantangan

Manajemen Phapros mengaku optimistis mampu mengatasi tantangan domestik dan global. Penguatan strategi pemasaran dan efisiensi operasional menjadi langkah utama menjaga profitabilitas.

Perseroan juga memitigasi dampak pelemahan kurs rupiah terhadap dolar AS.

Langkah yang disiapkan meliputi renegosiasi dengan pemasok bahan baku luar negeri, kontrak jangka panjang, dan pencarian alternatif bahan baku.

>>> Pemerintah Kaji Kantin Sekolah Jadi Dapur Program Makan Bergizi Gratis

Intan menjelaskan, "Kami juga melakukan pencarian alternatif sumber bahan baku agar dapat mencari celah efisiensi dengan posisi tawar yang lebih baik, termasuk kemungkinan transaksi menggunakan mata uang selain US$ atau mata uang lokal negara tersebut."