BPJS Ketenagakerjaan Respons Usulan Investasi Saham Bank BUMN
BPJS Ketenagakerjaan memberikan tanggapan atas usulan Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad yang mendorong investasi pada saham perbankan BUMN berfundamental kuat.
Deputi Komunikasi BPJS Ketenagakerjaan Erfan Kurniawan menyatakan lembaganya hadir dalam pertemuan bersama pemangku kepentingan sektor keuangan di Jakarta pada Jumat (12/6/2026).
>>> Yayasan Prima Ardian Tana Gelar Drama Musikal Sangkala Nyi Mas Gandasari
"BPJS Ketenagakerjaan hadir dalam pertemuan tersebut untuk berdiskusi dan bertukar pandangan mengenai perkembangan kondisi pasar keuangan dan perekonomian terkini," ujar Erfan.
Erfan menegaskan penempatan investasi dana amanah pekerja selalu mempertimbangkan aspek likuiditas, solvabilitas, keamanan dana, kehati-hatian, hingga tingkat imbal hasil memadai.
"Setiap keputusan investasi senantiasa didasarkan pada analisis yang komprehensif sesuai mandat investasi dan ketentuan yang berlaku," kata Erfan.
Pertemuan tersebut juga membahas aksi buyback saham. Menurut Erfan, hal itu merupakan kewenangan masing-masing emiten.
>>> BRMS Catat Kinerja Positif di Kuartal I-2026, Didorong Prospek Produksi
"Terkait buyback saham, hal tersebut merupakan kebijakan dan kewenangan masing-masing emiten sesuai dengan ketentuan yang berlaku sebagai bentuk konfirmasi kepada pasar bahwa fundamental emiten sangat solid," jelasnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengumpulkan pelaku industri jasa keuangan seperti Danantara, BPJS Ketenagakerjaan, Taspen, serta direksi bank Himbara pada Selasa (9/6/2026).
Dasco mendorong investor domestik memanfaatkan momentum pasar.
"Kami juga sudah berdiskusi dengan Danantara, BPJS Ketenagakerjaan dan Taspen mengenai situasi market dan mungkin saham-saham yang saat ini bagus dan kemudian bisa dibeli kembali," ujar Dasco.
>>> Ekonom: Target Rupiah Rp16.800 di 2027 Bisa Tercapai, tapi Tidak Mudah
Menanggapi hal itu, Ketua Umum Himbara sekaligus Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan menyatakan fundamental bank BUMN tetap terjaga dengan pertumbuhan kredit sekitar 20 persen, rasio kredit bermasalah di bawah 2 persen, serta likuiditas yang kuat.
Update Terbaru
Diabetes Tak Terkontrol Picu Masalah Mulut dan Gusi Serius
Jumat / 12-06-2026, 18:25 WIB
PT Timah Jajaki Kerja Sama dengan Yunnan Tin untuk Tingkatkan Cadangan
Jumat / 12-06-2026, 18:25 WIB
Sinopsis Primal, Film Nicolas Cage Tayang di Bioskop Trans TV 12 Juni 2026
Jumat / 12-06-2026, 18:25 WIB
Kurs Rupiah 12 Juni 2026 Menguat ke Rp 17.860 per Dolar AS
Jumat / 12-06-2026, 18:24 WIB
Korsel Balikkan Keadaan, Kalahkan Ceko 2-1 di Piala Dunia 2026
Jumat / 12-06-2026, 18:24 WIB
Geliat Usaha di Bawah Flyover Martadinata, Antara Peluang dan Penataan
Jumat / 12-06-2026, 18:24 WIB
Bank BSN dan Muhammadiyah Jalin Kerja Sama Perbankan Terintegrasi
Jumat / 12-06-2026, 18:24 WIB
Trafik Web Claude Melonjak 855%, Siap Geser Dominasi ChatGPT
Jumat / 12-06-2026, 18:21 WIB
ChatGPT Tembus 1 Miliar Pengguna Aktif Bulanan di Tengah Skeptisisme AI
Jumat / 12-06-2026, 18:21 WIB
Yamaha Buka Stan Khusus di Jakarta Fair Kemayoran 2026, Hadirkan MX King 150 Livery Prima Pramac
Jumat / 12-06-2026, 18:21 WIB
Monash University Buka Program Pendampingan Beasiswa LPDP 2026, Kuota 250 Orang
Jumat / 12-06-2026, 18:20 WIB
Dilema Kesejahteraan Guru dan Mutu Pendidikan: Ketika Guru Harus Bekerja Sampingan
Jumat / 12-06-2026, 18:20 WIB
Vicky Prasetyo Dilaporkan ke Polisi Terkait Kasus Audio Kafe
Jumat / 12-06-2026, 18:20 WIB
PT Sumaco Wahana Utama Targetkan Rampungkan Administrasi Impor Tiffany Co pada 26 Juni
Jumat / 12-06-2026, 18:20 WIB






