Ekonom: Target Rupiah Rp16.800 di 2027 Bisa Tercapai, tapi Tidak Mudah
Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede menilai target nilai tukar rupiah di level Rp16.800 per dolar AS pada 2027 bisa terwujud, meskipun tidak mudah.
Pernyataan itu merespons keyakinan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo bahwa rupiah akan menguat pada 2027 dan bergerak di kisaran Rp16.800-Rp17.500 per dolar AS.
>>> Cut Meyriska dan Roger Danuarta Penuhi Panggilan Polda Metro Jaya
Menurut Josua, angka tersebut lebih tepat dipandang sebagai batas kuat asumsi pemerintah, bukan titik yang otomatis tercapai.
Untuk mencapai level itu, rupiah perlu menguat dari posisi sekitar Rp18.000 saat ini.
Penguatan hanya bisa terjadi jika tekanan global mereda, harga minyak turun, imbal hasil AS melemah, dan arus modal asing kembali masuk.
Josua menambahkan bahwa penguatan rupiah tidak akan bertahan jika hanya ditopang oleh suku bunga tinggi.
Diperlukan perbaikan fundamental seperti APBN yang kredibel, defisit transaksi berjalan terkendali, dan cadangan devisa yang cukup.
Syarat Tercapainya Target Rupiah
Josua membeberkan lima syarat utama agar rata-rata nilai tukar rupiah Rp16.800 bisa tercapai pada 2027.
Pertama, tekanan eksternal harus mereda, terutama harga minyak dan penguatan dolar AS.
Kedua, arus modal asing harus kembali masuk tidak hanya ke SRBI, tetapi juga ke SBN, saham, dan investasi langsung.
Ketiga, pemerintah harus memperkuat kredibilitas fiskal melalui belanja selektif dan defisit terjaga.
Keempat, kebijakan devisa hasil ekspor dan tata kelola ekspor sumber daya alam harus dijalankan tanpa mengganggu kepercayaan investor.
Kelima, BI perlu konsisten menjaga inflasi dan rupiah tanpa terlihat membiayai beban fiskal.
>>> BRI Siapkan Rp500 Miliar untuk Buyback Saham di Tengah Fluktuasi Pasar
Update Terbaru
Trafik Web Claude Melonjak 855%, Siap Geser Dominasi ChatGPT
Jumat / 12-06-2026, 18:21 WIB
ChatGPT Tembus 1 Miliar Pengguna Aktif Bulanan di Tengah Skeptisisme AI
Jumat / 12-06-2026, 18:21 WIB
Yamaha Buka Stan Khusus di Jakarta Fair Kemayoran 2026, Hadirkan MX King 150 Livery Prima Pramac
Jumat / 12-06-2026, 18:21 WIB
Monash University Buka Program Pendampingan Beasiswa LPDP 2026, Kuota 250 Orang
Jumat / 12-06-2026, 18:20 WIB
Dilema Kesejahteraan Guru dan Mutu Pendidikan: Ketika Guru Harus Bekerja Sampingan
Jumat / 12-06-2026, 18:20 WIB
Vicky Prasetyo Dilaporkan ke Polisi Terkait Kasus Audio Kafe
Jumat / 12-06-2026, 18:20 WIB
PT Sumaco Wahana Utama Targetkan Rampungkan Administrasi Impor Tiffany Co pada 26 Juni
Jumat / 12-06-2026, 18:20 WIB
Jadwal Siaran Langsung Piala Dunia 2026 TVRI Malam Ini: Meksiko vs Afrika Selatan
Jumat / 12-06-2026, 18:16 WIB
Pahami Status Kepemilikan Baterai Sebelum Memilih Motor Listrik Battery Swap
Jumat / 12-06-2026, 18:16 WIB
Transportasi Publik yang Baik Dinilai Mampu Tingkatkan Kesejahteraan Warga
Jumat / 12-06-2026, 18:16 WIB
6 Film Paling Buruk dan Gagal Total Sejak 2021 hingga 2026
Jumat / 12-06-2026, 18:16 WIB
Amazon Two-Wheeler Store Catat Pertumbuhan 2x YoY, Didorong Kota Tier 2 dan 3
Jumat / 12-06-2026, 18:12 WIB
Tradisi Bertamu ke Rumah Tetangga Kian Pudar di Era Digital
Jumat / 12-06-2026, 18:12 WIB
IHCBS 2026 Siap Kupas Strategi Human Centric AI untuk Dongkrak Produktivitas Kerja
Jumat / 12-06-2026, 18:11 WIB






