Ekonom: Target Rupiah Rp16.800 di 2027 Bisa Tercapai, tapi Tidak Mudah
Risiko dan Skenario Realistis
Risiko terbesar terhadap asumsi Rp16.800 adalah jika tekanan global bertahan lebih lama.
Suku bunga AS tinggi, harga minyak mahal, dan konflik geopolitik berlanjut dapat membatasi ruang penguatan rupiah.
Dari sisi domestik, risiko datang dari pelebaran defisit transaksi berjalan, turunnya cadangan devisa, dan beban subsidi energi.
Josua menilai skenario lebih realistis adalah rupiah bergerak ke rentang stabil Rp17.000-Rp17.500 sebelum menguji Rp16.800.
Ia mengingatkan agar target kurs tidak terlalu optimistis sehingga kebijakan menjadi longgar. Lebih aman bagi pemerintah memakai asumsi hati-hati dan memperkuat bantalan fiskal.
Josua menyarankan pemerintah dan BI menempatkan target Rp16.800 sebagai tujuan yang bisa dikejar, bukan janji pasti.
Kebijakan penting meliputi penguatan penerimaan negara tanpa menekan dunia usaha, menahan belanja kurang produktif, dan mempercepat investasi di sektor penghasil devisa.
Sebelumnya, Gubernur BI Perry Warjiyo menyebut lima faktor utama yang akan menopang penguatan rupiah pada 2027.
Faktor pertama adalah prospek perbaikan ekonomi global dengan pertumbuhan 3,1% pada 2027 yang diharapkan mendorong arus modal masuk ke negara berkembang.
Faktor kedua adalah fundamental ekonomi Indonesia yang tetap kuat, dengan pertumbuhan 5,61% pada triwulan I-2026 dan inflasi terjaga.
Faktor ketiga adalah peran Danantara dalam memperkuat tata kelola ekspor dan cadangan devisa. Faktor keempat adalah komitmen BI menjaga stabilitas rupiah melalui instrumen moneter.
>>> Apa Itu Kembang Macan Kerah yang Ramai Dibahas di TikTok Jelang 1 Suro
Faktor kelima adalah penguatan koordinasi kebijakan moneter dan fiskal untuk menjaga stabilitas nilai tukar dan daya tarik investasi.
Update Terbaru
Ragnar Oratmangoen Tinggalkan FCV Dender, Negosiasi dengan Sparta Rotterdam
Jumat / 12-06-2026, 19:48 WIB
PT Timah Bagikan Dividen Rp 656,8 Miliar Usai Laba Bersih Naik 10,08%
Jumat / 12-06-2026, 19:48 WIB
Pemerintah Konsultasi dengan MA Terkait Penerapan Common Law di IFC
Jumat / 12-06-2026, 19:48 WIB
Inflasi AS Tembus 4,2 Persen, The Fed Berpotensi Naikkan Suku Bunga
Jumat / 12-06-2026, 19:48 WIB
Kementerian PU Rampungkan Seluruh Jalur Lintas Selatan Tulungagung
Jumat / 12-06-2026, 19:47 WIB
Kenaikan Harga Pertamax Dinilai Kurangi Tekanan Kompensasi Energi
Jumat / 12-06-2026, 19:46 WIB
Pegadaian Resmi Bergabung sebagai Pemegang Rekening KSEI untuk Luncurkan ETF Emas
Jumat / 12-06-2026, 19:46 WIB
7 Doa Penenang Hati dan Pikiran dalam Islam untuk Hadapi Kecemasan
Jumat / 12-06-2026, 19:45 WIB
Guru IPS Ciptakan Bel Sekolah Otomatis Berbasis AI, Solusi Digital Mandiri
Jumat / 12-06-2026, 19:45 WIB
Bea Cukai Uji Coba Sistem Pemantauan Produksi Rokok Otomatis
Jumat / 12-06-2026, 19:44 WIB
Mochamad Iriawan Pastikan Distribusi Energi di NTT Aman
Jumat / 12-06-2026, 19:44 WIB
Kemensos Salurkan Bansos PKH Tahap 2 Melalui Bank Himbara dan PT Pos
Jumat / 12-06-2026, 19:44 WIB
MRT Jakarta Majukan Jam Operasional Dukung Jakarta International Marathon
Jumat / 12-06-2026, 19:44 WIB
PBPI Luncurkan Program Sertifikasi Pelatih Padel Standar Internasional
Jumat / 12-06-2026, 19:44 WIB






