Samuel Sekuritas memperkirakan perlambatan keuntungan berlanjut dari 7,5%-8% pada empat bulan pertama menjadi 1,8% pada akhir tahun.

Penurunan NIM dan pembengkakan biaya kredit menjadi pemicu utama.

Indikasi perlambatan mulai nampak pada bank raksasa seperti BCA dan BRI. Pertumbuhan pendapatan bunga bersih (NII) keduanya melambat dan diperkirakan terus berlanjut.

Pada pos laba operasional sebelum pencadangan (PPOP), pertumbuhan agregat diperkirakan hanya 5% yoy. Proyeksi ini lebih rendah dari realisasi per April 2026 yang mencapai 7% yoy.

Bank Mandiri dan BNI diprediksi menjadi motor penggerak utama pertumbuhan. "Keduanya ditopang ekspansi neraca yang kuat," sebut Prasetya dan Ahnaf.

Melihat situasi makroekonomi, Samuel Sekuritas menurunkan rekomendasi investasi sektor perbankan dari overweight menjadi netral.

Meski demikian, harga saham perbankan saat ini dinilai menarik.

>>> Pengamat Kritik Target Pendapatan Negara 2027 yang Dinaikkan

Mayoritas saham bank diperdagangkan mendekati atau di bawah minus dua standar deviasi terhadap PBV historis, nilai yang dianggap seimbang dengan fundamental keuangan yang kokoh.