"Desain sudah ada, tempat sudah ada, tinggal pembicaraan dengan teknisnya. Dan beliau, Bapak Presiden setuju untuk segera kita realisir seperti itu.

Memang bisnisnya karena investasi. Ya, itu," lanjut Jusuf Kalla.

>>> Meksiko dan Korea Selatan Raih Kemenangan di Laga Perdana Piala Dunia 2026

Pengembangan energi baru ini mencakup proyek Pembangkit Listrik Tenaga Gas (PLTG) serta pembangkit listrik tenaga air.

Sebelumnya, Kalla Grup telah berpengalaman membangun pembangkit listrik tenaga air berkapasitas 1.500 megawatt.

"Kita siap untuk... Kita sudah membangun 1.500 megawatt PLTA.

Ini kita siap membangun lagi 2.000 megawatt termasuk juga PLTG," ujar Jusuf Kalla.

Ketersediaan pasokan energi hijau dinilai menjadi faktor krusial dalam mendukung target pertumbuhan ekonomi nasional.

Kalla menyebutkan peningkatan pertumbuhan ekonomi dari level 5 persen ke 8 persen membutuhkan sokongan pasokan energi yang kuat.

"Karena itu Bapak Presiden setuju untuk segera kita bangun energi nasional, khususnya green energy, untuk menjadi bagian daripada pembangunan nasional untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang disampaikan oleh Bapak Presiden sampai 8%, yang sekarang 5-6%.

Karena itu butuh energi yang kuat seperti itu," ujarnya.

Selain membahas persoalan domestik terkait investasi energi, pertemuan di Istana Merdeka juga menyentuh dinamika politik luar negeri.

Kedua tokoh bertukar pandangan mengenai situasi keamanan dunia dan isu perdamaian internasional.

"Itu yang kita sampaikan, di samping juga membicarakan perdamaian apa yang terjadi di negara-negara kayak tadi di Thailand dan di Afghanistan dengan Pakistan.

>>> macOS 27 Golden Gate Beta Ganggu Asahi Linux, Partisi Disebut Masih Aman

Itu yang kita bicarakan tadi juga seperti itu," ujar Jusuf Kalla.