Demam Piala Dunia 2026 tidak hanya menyita perhatian penggemar sepak bola global, tetapi juga membawa berkah ekonomi bagi Portugal.

Meski bukan negara tuan rumah, Portugal diprediksi meraup keuntungan hingga €945 juta atau setara Rp19 triliun dari turnamen ini.

>>> Breakfast Mewah di Trans Luxury Hotel Surabaya, Promo Hingga 19 Juni

Temuan tersebut berdasarkan studi dari Institut Administrasi Pemasaran Portugal (IPAM) yang menganalisis potensi dampak ekonomi Piala Dunia FIFA 2026 terhadap Portugal.

Studi itu mengungkap pergeseran struktural dalam model ekonomi sepak bola.

Dampak turnamen kini tidak lagi bergantung pada tuan rumah, melainkan pada kemampuan penggemar, merek, dan media dalam memperkuat acara.

Tiga Skenario Keuntungan

Analisis Unit Riset Pemasaran Olahraga IPAM memperkirakan dampak ekonomi bervariasi antara €378 juta hingga €945 juta, tergantung performa tim nasional Portugal.

Skenario terendah terjadi jika Portugal tersingkir di babak penyisihan grup, yakni €378 juta.

>>> Pemerintah Sediakan Layanan Online untuk Cek Desil Bansos Juni 2026

Jika mencapai babak 16 besar, dampak meningkat menjadi €561 juta. Skenario tertinggi, jika Portugal juara, keuntungan bisa mencapai €945 juta.

Direktur Eksekutif IPAM Daniel Sá menyatakan bahwa Portugal tidak perlu menjadi tuan rumah untuk menghasilkan dampak ekonomi signifikan.

"Nilai sepak bola tidak lagi terkonsentrasi di stadion atau negara tuan rumah. Dampak tercipta melalui konsumsi, perhatian, interaksi digital, dan kemampuan penggemar memperkuat acara," ujarnya.

Riset juga menyoroti peran penggemar sebagai aset ekonomi baru. Pengeluaran per penggemar berkisar antara €40 hingga €3.500.

Penggemar biasa, yang disebut penikmat turnamen, dapat menghasilkan €40 hingga €70.

>>> DPR Minta APBN 2027 Lindungi Daya Beli Kelas Menengah

Sementara penggemar fanatik bisa mengeluarkan hingga €3.500 melalui konsumsi berulang, aktivitas multi-platform, dan pengaruh terhadap konsumen lain.