Brawijaya Hospital memperkuat kolaborasi bersama mitra asuransi dan korporasi melalui agenda Partner Gathering. Kegiatan ini bertujuan mempererat hubungan sekaligus mengenalkan fasilitas medis unggulan rumah sakit.

Rumah sakit ini menghadirkan empat Center of Excellence guna meningkatkan pelayanan yang lebih spesialis dan terintegrasi kepada masyarakat.

>>> PT Daya Intiguna Yasa Tbk Bagikan Dividen Rp 452 Miliar

Layanan tersebut didukung oleh dokter spesialis berpengalaman serta peralatan medis dengan teknologi modern.

Empat fasilitas utama yang diperkenalkan meliputi BraveHeart Center, Orthopedic Center, Jakarta Gynecology Center (JGC), dan Benih IVF Center.

BraveHeart Center: Layanan Jantung Terintegrasi

BraveHeart Center hadir sebagai pusat penanganan jantung terintegrasi yang menerapkan pendekatan komprehensif. Fasilitas ini mengintegrasikan penanganan multidisiplin yang mencakup kesehatan pembuluh darah, otak, hingga jantung.

"BraveHeart itu sebenarnya brain, vascular, and heart.

Dengan sifatnya yang komprehensif, dari anak hingga dewasa, kami ingin menghadirkan layanan jantung yang terbaik dan menyeluruh," kata Dr. dr. M.

Yamin dalam acara yang digelar, Kamis (11/6/2026).

Fasilitas medis ini menangani berbagai problem kesehatan seperti penyakit jantung koroner, gangguan irama jantung, cacat jantung bawaan, hingga gagal jantung.

Metode penanganannya meliputi pemasangan ring, operasi bypass, ablasi, pemasangan alat pacu jantung, hingga Implantable Cardioverter Defibrillator (ICD).

"Pendekatan yang komprehensif dari pasien anak hingga dewasa menjadi salah satu keunggulan layanan tersebut," ucapnya.

Inovasi Bedah Tulang Minimal Invasif

Fasilitas lain yang diperkenalkan adalah Orthopedic Center untuk penanganan masalah tulang dan persendian. Mayoritas tindakan operasi di pusat kesehatan ini kini memanfaatkan kemajuan teknologi kedokteran yang minim sayatan.

"Hampir 60-70 persen kasus bisa ditolong dengan tindakan minimal invasif. Sayatannya kecil, masa rawat lebih singkat, dan risikonya jauh lebih rendah," ujar dr. Nicko Perdana Hardiansyah.