Sektor Pariwisata AS Lesu Jelang Piala Dunia 2026, Hotel Potong Tarif
Industri perjalanan dan pariwisata Amerika Serikat belum merasakan dampak besar dari penyelenggaraan Piala Dunia 2026.
Lonjakan wisatawan yang diharapkan maskapai penerbangan dan perhotelan masih belum terlihat di kota-kota tuan rumah.
>>> Australia Khawatirkan Ketergantungan pada Starlink Milik Elon Musk
Kondisi lesu ini membuat sejumlah hotel mulai memotong tarif kamar.
Asosiasi hotel di New York bahkan memangkas proyeksi pendapatan kamar hingga 60 persen menjadi sekitar US$60 juta.
"Ini secara keseluruhan mengecewakan.
Tidak ada kata lain yang bisa saya katakan," ujar Vijay Dandapani, CEO Hotel Association of New York City.
Dandapani menambahkan bahwa New York Hilton Midtown, hotel terbesar di kota tersebut, telah memotong tarif kamar hingga setengah dari harga penawaran bulan Desember lalu menjadi US$415 per malam.
Penurunan ini dipicu oleh penurunan pemesanan tiket pesawat dari Eropa ke New York sebesar 15,8 persen untuk periode Juni dan Juli.
>>> Mekkah: Kota Suci dengan Sejarah Panjang dan Peran Spiritual bagi Umat Islam
Biaya Tinggi Hambat Minat Suporter
Penurunan minat juga disebabkan oleh kebijakan FIFA yang menerapkan sistem harga dinamis. Tiket termurah di New York dan Miami melonjak mendekati US$1.000.
Tingginya biaya transportasi, akomodasi, dan tiket pertandingan membuat banyak suporter sepak bola global mengurungkan niat untuk datang langsung.
"Beberapa teman saya memilih pergi ke Ibiza untuk menonton semua pertandingan di televisi dengan biaya yang jauh lebih murah.
Ada juga yang pergi ke Las Vegas," kata Andy Milne, suporter Inggris dan penulis buku That World Cup Guy.
Di sisi lain, sektor penyewaan akomodasi jangka pendek seperti Airbnb justru mencatat pertumbuhan positif untuk kategori penginapan ekonomis.
Data dari AirDNA menunjukkan peningkatan pemesanan akomodasi rekreasi di beberapa kota tuan rumah termasuk Boston dan Los Angeles.
>>> Polri Perpanjang Larangan Sirene 'Tot Tot Wuk Wuk' untuk Pengawalan
"Ada jauh lebih banyak permintaan perjalanan rekreasi di semua kota ini karena Piala Dunia. Itu tidak bisa dibantah," kata Jamie Lane, ekonom utama AirDNA.
Update Terbaru
Toyota Kijang Innova Reborn Tetap Laris dan Mampu Saingi Generasi Baru
Jumat / 12-06-2026, 14:27 WIB
Mantan Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol Divonis 30 Tahun Penjara
Jumat / 12-06-2026, 14:26 WIB
Toyota Kijang Innova Reborn Masih Laris, Penjualan Hampir Salip Innova Zenix
Jumat / 12-06-2026, 14:26 WIB
Kemenhaj Pulangkan 66.137 Jemaah dan Petugas Haji Indonesia
Jumat / 12-06-2026, 14:25 WIB
Triumph Tiger 900 Alpine Edition Resmi Meluncur di Indonesia, Harga Rp 725 Juta
Jumat / 12-06-2026, 14:25 WIB
Garena Bagi-Bagi Kode Redeem Free Fire 12 Juni 2026, Buruan Klaim
Jumat / 12-06-2026, 14:25 WIB
Tecno POVA 8 Resmi Meluncur dengan Layar Dot Matrix Unik dan Baterai 8000 mAh
Jumat / 12-06-2026, 14:24 WIB
EA Rilis Kode Redeem FC Mobile Terbaru Mei 2026, Hadiah Pemain MLS OVR Tinggi
Jumat / 12-06-2026, 14:24 WIB
Kementerian ESDM Pastikan Batu Bara Bukan Penyebab Pemadaman di Jawa
Jumat / 12-06-2026, 14:24 WIB
Hwang In-beom Bintang Kemenangan Korea Selatan atas Ceko di Piala Dunia 2026
Jumat / 12-06-2026, 14:24 WIB
Pemerintah Perlu Kaji Kenaikan PTKP untuk Lindungi Daya Beli Kelas Menengah
Jumat / 12-06-2026, 14:21 WIB
Malam 1 Suro 2026: Jadwal, Makna, dan Tradisi Budaya di Pulau Jawa
Jumat / 12-06-2026, 14:21 WIB
7 Cara Hemat Uang dari Biaya Admin Transfer dan Tarik Tunai
Jumat / 12-06-2026, 14:21 WIB
Cedera Kaki Paksa Wataru Endo Pensiun dari Timnas Jepang
Jumat / 12-06-2026, 14:20 WIB






