Ekosistem kendaraan roda dua listrik di Indonesia masih terhambat oleh mahalnya komponen penyimpan daya. Calon pembeli kerap khawatir soal masa pakai, biaya penggantian, dan potensi kerusakan baterai.

Abdulah, pemilik bengkel Dolland Motor Electric di Bekasi, Jawa Barat, menawarkan gagasan pemisahan kepemilikan motor dengan baterainya.

>>> Apa Penyebabl Putri Thailand Bajrakitiyabha Meninggal Dunia? Benarkah Akibat Koma Selama Tiga Tahun?

Langkah ini diyakini mampu mengurangi keraguan masyarakat untuk beralih ke transportasi ramah lingkungan.

"Menurut saya, kalau mau mengejot ekosistem motor listrik saat ini supaya masif, banyak yang pakai, kan keterbatasannya itu masyarakat masih banyak yang maju-mundur," katanya.

Kekhawatiran utama publik berpusat pada risiko kerusakan dan tingginya harga baterai.

Ia mengusulkan agar pengelolaan baterai dipegang oleh pemerintah. Konsumen tidak perlu membeli baterai saat membeli motor listrik, cukup membayar daya yang digunakan seperti membeli bensin.

"Sama seperti kita membeli bensin. Kita boleh pakai, tapi tidak boleh memiliki.

Jadi biaya motor listriknya pasti akan murah," ujarnya.

Skema ini sudah mulai diterapkan beberapa produsen, seperti Polytron yang menawarkan opsi sewa baterai. Harga motor dengan baterai Rp 27 juta, sedangkan tanpa baterai hanya Rp 16 juta.

Meski ada anggapan biaya sewa bulanan lebih mahal, Abdulah berpendapat sebaliknya. "Walaupun nanti ada yang billing, 'Wah, mahal-mahal' (kalau sewa baterai) tapi di situlah sebenarnya murah.

>>> Profil Putri Thailand Bajrakitiyabha Usai Meninggal Setelah Tiga Tahun Koma

Sebab kita terbiasa beli bensin.

Kalau di Polytron (sewa baterai) Rp 200.000 (per bulan) atau di yang lainnya nanti, swap atau segala macam, itu lebih murah," katanya.

Ia menambahkan, keuntungan utama skema sewa bukan sekadar hemat biaya, melainkan kenyamanan dan keamanan bagi pengguna.

"Bukan lebih murah ya, tapi lebih nyaman dan aman dirasa sama si pengguna," kata dia.

Mekanisme tukar pakai baterai (swap) juga diproyeksikan mendongkrak populasi motor listrik. Sistem ini menghilangkan kecemasan konsumen terhadap penurunan performa baterai seiring waktu.

Jika baterai bermasalah, pengendara cukup mendatangi stasiun penukaran untuk mendapatkan unit baru. "Pembeliannya juga, orang tidak ragu untuk beli.

Kita kalau kenapa-kenapa gimana? Ada klaim garansi baterai, ada tinggal tukar.

Sesimpel itu sebenarnya," ujar Abdulah.

>>> Jadwal Bioskop Trans TV 13 - 14 Juni 2026

Kemudahan ini diyakini mampu membangun kepercayaan publik untuk meninggalkan kendaraan konvensional. "Jadi anggapan bahwa motor listrik susah atau motor listrik tidak bisa dijual itu terbantahkan," katanya.