Regulator otomotif China mengambil tindakan tegas terhadap produsen mobil yang diduga terlibat dalam perang harga berkepanjangan.

Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi (MIIT) bersama Administrasi Negara untuk Regulasi Pasar (SAMR) memanggil dan memperingatkan sejumlah perusahaan.

>>> Peran Vital Wiring pada Sistem Kelistrikan Motor Listrik

Langkah ini diambil karena strategi penurunan harga dinilai mengganggu stabilitas pasar domestik.

Asosiasi Mobil Penumpang China (CPCA) melaporkan bahwa perang harga justru berdampak negatif pada volume penjualan.

Konsumen cenderung menunda pembelian karena menunggu penurunan harga lebih lanjut, sehingga permintaan ritel melemah.

CPCA menyatakan bahwa penjualan ritel relatif lemah dan tekanan operasional meningkat di semua mata rantai.

>>> Triumph Luncurkan Scrambler 400 XC, Harga Khusus Rp 199 Juta untuk 30 Pembeli Pertama

Otoritas meminta produsen untuk mematuhi Undang-Undang Harga dan aturan tentang pembatasan dumping di bawah harga pokok.

Perusahaan juga diwajibkan memperketat kepatuhan dalam penetapan harga serta meningkatkan pengawasan kualitas kendaraan.

Pemerintah China menegaskan bahwa intervensi ini bertujuan memulihkan ketertiban pasar dan melindungi hak konsumen.

Persaingan ke depan diharapkan lebih fokus pada produk berkualitas tinggi dengan harga yang wajar.

>>> Kenaikan Harga BBM Dorong Pengguna Mobil Beralih ke Motor

Otoritas tidak merinci identitas pabrikan yang dipanggil dalam pertemuan tersebut.