PT Pindad langsung melakukan perbaikan menyeluruh pada mobil kepresidenan Maung MV3 Garuda Limousine yang atapnya bocor saat digunakan Presiden Prabowo Subianto dalam hujan deras.

Masalah teknis pada kendaraan buatan dalam negeri itu diungkapkan langsung oleh Presiden Prabowo. Ia menceritakan pengalaman saat tidur di mobil dan mendengar suara tetesan air.

>>> 7 Tradisi Tahun Baru Islam di Indonesia dan Akar Budayanya

"Suatu saat saya tidur di mobil, karena hujan deras di luar, tahu-tahu 'tek tek tek', saya bangun, rupanya bocor.

Ya namanya baru, saya kirim kembali lah, ini kan buatan Pindad. Saya bilang, tolonglah bocornya dikurangi," ujar Presiden Prabowo.

Selain kebocoran, mobil taktis tersebut juga sempat mengeluarkan bunyi bising saat melewati jalur pegunungan.

Meski demikian, Kepala Negara tetap berkomitmen menggunakan kendaraan dinas rakitan lokal demi mendukung industri otomotif nasional.

"Terus mobil dipakai naik gunung, gledak gledak, tapi nggak apa-apa, demi nasionalisme saya tetap pakai mobil ini," kata Presiden Prabowo.

>>> Kenaikan Harga BBM Dorong Beralih ke Motor, Yamaha Optimistis

Respons PT Pindad

Menanggapi keluhan tersebut, PT Pindad memberikan klarifikasi resmi pada Jumat (12/6/2026). Pihaknya menjelaskan bahwa kebocoran terjadi pada masa awal penggunaan kendaraan MV3 Garuda Limousine.

Setelah menerima masukan dan evaluasi, tim teknis Pindad segera melakukan pemeriksaan dan perbaikan menyeluruh.

Perbaikan dilakukan dengan tepat dan cepat sehingga kendaraan dapat kembali beroperasi secara optimal sesuai standar.

Pihak manajemen menambahkan bahwa pada desain awal, kendaraan MV3 Garuda Limousine dirancang dengan spesifikasi full antipeluru tanpa komponen atap terbuka.

>>> Kemensos Salurkan Bansos Tahap 2 Hingga Akhir Juni 2026

Namun tiga hari menjelang pelantikan Presiden, terdapat kebutuhan untuk menambahkan atap terbuka agar Presiden dapat menyapa masyarakat secara langsung dalam berbagai kegiatan kenegaraan.