Kementerian Sosial (Kemensos) masih melanjutkan penyaluran berbagai program bantuan sosial (bansos) tahap 2 tahun 2026. Proses ini dijadwalkan berlangsung hingga akhir Juni 2026.

Program yang berjalan meliputi Program Keluarga Harapan (PKH), Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI JKN), serta Program Indonesia Pintar (PIP).

>>> Amar Bank Ekspansi ke Kota Baru, Targetkan Kredit Ritel dan UMKM

Ketentuan dan jadwal pencairan setiap program disesuaikan dengan kebijakan pemerintah.

Skema pencairan PKH dan BPNT dilakukan secara bertahap setiap tiga bulan atau per triwulan.

Dengan sistem ini, Keluarga Penerima Manfaat (KPM) bisa menerima bantuan hingga empat kali dalam setahun.

Pemerintah menggunakan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai acuan utama penentuan penerima bansos. Pemutakhiran data dilakukan berkelanjutan agar penyaluran lebih tepat sasaran.

Pembaruan data memicu perubahan daftar penerima pada setiap periode pencairan. Penyesuaian data KPM tahap 2 tahun 2026 didasarkan pada hasil verifikasi dan evaluasi kondisi sosial ekonomi masyarakat.

Warga yang belum terdaftar sebelumnya tetap berpeluang memperoleh bantuan jika memenuhi syarat dan masuk dalam data DTSEN. Masyarakat disarankan mengecek status secara berkala.

Cara Cek Status Penerima Bansos

Masyarakat dapat memantau status penerima bansos secara online melalui laman resmi Kemensos. Langkah pertama adalah membuka laman Cek Bansos Kemensos.

Pilih wilayah sesuai data KTP mulai dari provinsi, kabupaten/kota, kecamatan, hingga desa/kelurahan. Masukkan nama lengkap sesuai KTP dan kode verifikasi, lalu klik "Cari Data".

>>> Bursa Kripto CFX Gandeng UI, UGM, dan STAN Perkuat Edukasi Digital

Sistem akan menampilkan informasi jenis bantuan, identitas penerima, dan status penyaluran jika nama terdaftar. Layanan ini memudahkan warga tanpa harus datang ke kantor Dinas Sosial.