Tahun Baru Islam atau 1 Muharram memiliki makna mendalam bagi masyarakat Indonesia. Perayaan ini tidak hanya bersifat keagamaan, tetapi juga sarat dengan nilai sosial dan budaya.

Akulturasi dengan budaya lokal melahirkan berbagai tradisi unik yang diwariskan turun-temurun. Berikut tujuh tradisi yang masih lestari hingga saat ini.

>>> Kenaikan Harga BBM Dorong Beralih ke Motor, Yamaha Optimistis

Tujuh Tradisi Unik Tahun Baru Islam

Pawai Obor menjadi salah satu tradisi yang paling dikenal.

Warga berjalan berkeliling membawa obor bambu sambil melantunkan salawat, takbir, dan doa sebagai simbol cahaya iman serta semangat hijrah.

Pengajian dan doa bersama digelar di masjid dan pesantren. Kegiatan ini diisi zikir serta doa akhir dan awal tahun sebagai sarana introspeksi diri.

Kirab Malam 1 Suro merupakan tradisi budaya di Pulau Jawa. Peserta berpakaian adat berjalan kaki dengan khidmat sebagai momentum refleksi dan pengendalian diri.

Bubur Suro adalah tradisi memasak bubur khusus dari beras dan rempah-rempah. Bubur ini kemudian dibagikan kepada sesama sebagai bentuk syukur dan solidaritas sosial.

>>> Kemensos Salurkan Bansos Tahap 2 Hingga Akhir Juni 2026

Festival Tabuik di Pariaman, Sumatra Barat, menjadi daya tarik tersendiri. Prosesi ini berupa pengarakan replika bangunan besar yang kemudian dilarung ke laut pada puncak acara.

Santunan anak yatim dan tradisi bersedekah juga marak dilakukan. Kegiatan berbagi kepada anak yatim dan kaum dhuafa ini bertujuan meningkatkan amal kebajikan di bulan yang dimuliakan.

Ngadulang adalah tradisi unik masyarakat Sunda. Kegiatan menabuh bedug secara bersama-sama di masjid atau lapangan ini dilakukan sebagai bentuk rasa syukur.

Meskipun bentuk perayaannya berbeda-beda, seluruh tradisi Tahun Baru Islam di Indonesia memiliki tujuan serupa.

>>> Amar Bank Ekspansi ke Kota Baru, Targetkan Kredit Ritel dan UMKM

Yaitu mengingatkan umat tentang pentingnya perbaikan akhlak dan peningkatan kualitas keimanan dari generasi ke generasi.