Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) mendorong sebagian masyarakat di Jakarta beralih dari mobil ke sepeda motor untuk menekan pengeluaran harian.

PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) mencatat tren positif permintaan kendaraan roda dua di ibu kota.

>>> Kemensos Salurkan Bansos Tahap 2 Hingga Akhir Juni 2026

Chief Area DDS 1 Jakarta PT YIMM, Sentosa Tampomas, mengatakan konsumen semakin realistis dalam mengatur anggaran belanja.

"Secara permintaan motor kami masih dapat respons dari konsumen cukup antusias. Mobilisasi konsumen terutama komuter yang sehari-hari pakai motor masih tetap mengandalkan motor," ujar Sentosa.

Efisiensi biaya operasional menjadi faktor utama di tengah tekanan ekonomi. Prospek penjualan motor di Jakarta diprediksi tetap kuat.

"Ditambah lagi konsumen yang sekarang mulai berhitung, mungkin sebelumnya pakai kendaraan roda empat sekarang beralih ke roda dua.

>>> Amar Bank Ekspansi ke Kota Baru, Targetkan Kredit Ritel dan UMKM

Kami tetap optimis penjualan motor di Indonesia khususnya di Jakarta masih sangat prospektif," kata Sentosa.

Faktor lain yang memengaruhi pertimbangan masyarakat adalah fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang berdampak pada kebutuhan pokok.

"Ada konsumen yang sudah mulai memikirkan bagaimana cara mengefisiensikan anggaran yang mereka punya," ujar Sentosa.

Penyesuaian anggaran harian menjadi langkah antisipatif konsumen menghadapi dinamika ekonomi domestik.

>>> Bursa Kripto CFX Gandeng UI, UGM, dan STAN Perkuat Edukasi Digital

Bersamaan dengan momentum pasar ini, PT YIMM meluncurkan Yamaha MX King 150 edisi Prima Pramac livery di Jakarta Fair Kemayoran 2026.