Guna meredam keresahan publik, korporasi juga mengimbau warga agar menyaring segala informasi dan merujuk pada pengumuman resmi di unit layanan setempat.

>>> Ceko Siap Ladeni Korea Selatan di Piala Dunia 2026

"Kami juga menghimbau pelanggan untuk mengikuti perkembangan informasi melalui kanal komunikasi resmi, termasuk di unit PLN setempat," ujar Greg.

Kondisi di lapangan menunjukkan pemadaman intermiten sempat dikeluhkan warga di Bandung, Cimahi, Karawang, Purwakarta, Bogor, Cikarang, Bekasi, Cirebon, Indramayu, Semarang, Tegal, hingga Yogyakarta sejak Rabu (10/6/2026).

Pandangan Pengamat Energi

Pengamat energi menilai penurunan kapasitas operasi ini berkorelasi erat dengan keterlambatan logistik bahan baku akibat dinamika regulasi administratif tahunan.

"IESR menduga bahwa pemadaman bergilir yang terjadi belakangan dipicu oleh rendahnya cadangan bahan bakar di sejumlah PLTU di sistem Jawa—Bali sehingga harus beroperasi di bawah kapasitas optimal," kata Fabby dalam keterangan tertulis, Kamis (11/6/2026).

Lembaga kajian tersebut menambahkan bahwa gangguan teknis pada infrastruktur besar seperti PLTGU Jawa 1 berdampak signifikan bagi ketahanan energi regional jika bauran daya masih tersentralisasi.

"Jika sejumlah informasi yang beredar bahwa adanya gangguan pasokan batu bara yang membuat PLTU harus menurunkan kapasitas pembangkitannya adalah benar, ini menunjukkan bahwa ketergantungan pada sistem kelistrikan yang didominasi oleh batu bara dan sistem listrik yang terpusat merupakan ancaman keamanan pasokan energi," tegasnya.

Sebelumnya, manajemen internal perseroan mengonfirmasi adanya tren kenaikan volume komitmen pasokan batu bara dari target awal menyusul persetujuan rencana kerja yang baru.

"Sekarang saja kita sudah dapat komitmen RKAB itu 160 juta. Dari awalnya cuma sekitar 152 [juta ton], sekarang jadi 163 [juta ton].

Betul [pasokan aman hingga Desember 2026]," kata Rizal ditemui di Kompleks Parlemen, Senin (13/4/2026).

>>> Donald Trump Desak Kongres Batalkan Dua Pemakzulan Masa Jabatan Pertamanya

Hingga periode April 2026, realisasi ketahanan stok batubara untuk PLTU di wilayah Jawa, Madura, dan Bali tercatat berada pada level aman berdurasi 10,31 hari operasi pembangkit.