Dalam kondisi tersebut, kecemasan menjelang Senin pagi bukan lagi sekadar rasa enggan bekerja. Perasaan itu bisa menjadi bagian dari kelelahan emosional yang lebih mendalam.

Ciri-Ciri yang Perlu Diwaspadai

Danti menjelaskan bahwa salah satu tanda yang perlu diperhatikan adalah kecemasan intens setiap akhir pekan akan berakhir. Kecemasan itu sering disertai gangguan lain yang memengaruhi keseharian.

"Kondisi ini biasanya diikuti dengan kelelahan emosional kronis yang tidak kunjung hilang meski sudah beristirahat, munculnya kecemasan intens seperti kecemasan menjelang Senin pagi, gangguan tidur, serta sikap sinis atau penarikan diri secara ekstrem dari lingkungan kerja karena rasa apatis yang mendalam," jelas Danti.

Dengan kata lain, akhir pekan tidak lagi berfungsi sebagai waktu pemulihan. Meski sudah beristirahat dua hari, seseorang tetap merasa lelah secara emosional ketika harus kembali bekerja.

Mengapa Kondisi Ini Bisa Terjadi?

Menurut Danti, salah satu penyebabnya adalah ketidaksesuaian berkepanjangan antara kemampuan, harapan, dan pekerjaan. Ketika seseorang merasa terjebak dalam pekerjaan yang tidak memberi makna, tekanan psikologis dapat terus menumpuk.

Akibatnya, pekerjaan tidak lagi dipandang sebagai tantangan, melainkan sumber stres yang terus membayangi. Kecemasan menjelang Senin pagi menjadi sinyal bahwa energi emosional mungkin sudah terkuras terlalu jauh.

Danti menekankan pentingnya mengenali perubahan kondisi psikologis sejak dini.

>>> 6 Pilihan Mobil LMPV Rp 200 Jutaan untuk Libur Sekolah

Jika rasa cemas, kelelahan emosional, gangguan tidur, dan perasaan putus asa terus muncul dan tidak membaik meski sudah beristirahat, kondisi itu tidak bisa dianggap sebagai kejenuhan biasa.