Banyak pekerja merasakan suasana hati memburuk saat akhir pekan hampir berakhir. Pikiran tentang pekerjaan yang menunggu pada Senin pagi sering memicu rasa cemas dan gelisah.

Namun, psikolog mengingatkan bahwa kecemasan ini tidak selalu sekadar rasa malas. Dalam kondisi tertentu, hal itu bisa menjadi tanda tekanan psikologis yang lebih serius terkait pekerjaan.

>>> Timnas Indonesia U-19 Gagal ke Final Piala AFF Usai Kalah dari Australia

Fase Adaptasi yang Wajar

Psikolog Ibunda.

id, Danti Wulan Manunggal, mengatakan penting membedakan antara fase adaptasi karier yang wajar dengan kondisi yang mengganggu kesehatan mental.

Hal ini disampaikan saat diwawancarai Kompas. com pada Kamis (11/6/2026).

Menurut Danti, pada awal karier atau saat menghadapi pekerjaan baru, seseorang wajar mengalami kebosanan atau perasaan kurang tertantang.

Dalam situasi itu, individu masih mampu melihat pekerjaannya sebagai proses belajar atau batu loncatan.

"Pada fase adaptasi yang wajar, saat seseorang mungkin merasa bosan atau kurang tertantang, namun orang tersebut bisa tetap memandang pekerjaan tersebut sebagai batu loncatan sementara," ujar Danti.

Meski belum sepenuhnya puas, mereka tetap memiliki keyakinan terhadap kemampuan diri. Energi emosional yang terkuras selama hari kerja biasanya pulih setelah beristirahat pada akhir pekan.

Saat Kecemasan Menjadi Sinyal Bahaya

Masalah muncul ketika perasaan tidak nyaman berubah menjadi tekanan terus-menerus.

Menurut Danti, kondisi ini ditandai dengan perasaan putus asa, menyalahkan diri sendiri, dan menganggap diri sebagai sosok gagal.

>>> Maroko Coret Nayef Aguerd dan Abde Ezzalzouli dari Skuad Piala Dunia

"Situasi sudah berdampak negatif dan berbahaya bagi mental jika mulai menyalahkan diri sendiri, merasa terjebak dalam keputusasaan, dan menganggap diri sendiri sebagai produk gagal," kata Danti.