Bursa Saham Asia Melesat Berkat Optimisme Damai AS dan Iran
Bursa saham Asia melanjutkan reli tajam pada perdagangan Jumat (12/6/2026) setelah pasar merespons positif meningkatnya optimisme terkait peluang tercapainya kesepakatan damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran.
Sentimen positif tersebut meredakan kekhawatiran inflasi global yang dipicu oleh lonjakan harga energi.
>>> Raul Jimenez Bawa Meksiko Tekuk Afrika Selatan di Laga Pembuka Piala Dunia 2026
Harga minyak jatuh ke level terendah dalam dua bulan terakhir, sementara dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS melemah.
Lonjakan indeks saham dipimpin oleh KOSPI Korea Selatan yang melesat 8,3 persen dan Nikkei Jepang yang melonjak 4,3 persen.
Bursa Australia juga naik 1,8 persen, mengikuti tren positif di Wall Street pada hari Kamis sebelumnya.
Di Wall Street, indeks Nasdaq naik 2,5 persen menjelang debut IPO perusahaan antariksa SpaceX milik Elon Musk senilai 75 miliar dolar AS.
Ekspektasi Suku Bunga The Fed Menurun
Meredanya tekanan energi membuat pasar memangkas ekspektasi kenaikan suku bunga lanjutan oleh The Fed pada Oktober mendatang menjadi 36 persen, dari posisi semula 51 persen.
>>> Arab Saudi Luncurkan Destinasi Wisata Satwa Liar untuk Dukung Visi 2030
Di pasar komoditas, harga minyak mentah WTI anjlok 1,9 persen ke level 86,08 dolar AS per barel, sedangkan minyak Brent melemah 1,5 persen ke posisi 89,08 dolar AS per barel.
Penurunan yield obligasi juga menekan indeks dolar AS ke level 99,78, yang memberi ruang bagi harga emas spot untuk menguat 0,2 persen menjadi 4.222 dolar AS per ons troi.
Peluang perdamaian ini menguat setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa kesepakatan damai dengan Iran berpotensi ditandatangani secepatnya akhir pekan ini.
Menanggapi situasi tersebut, langkah diplomasi ini dinilai memiliki peluang keberhasilan yang jauh lebih besar dan nyata dibandingkan momentum-momentum sebelumnya.
"Jika muncul sinyal positif dari Iran, probabilitas tercapainya kesepakatan damai bisa meningkat secara signifikan," ujar Ray Attrill, Kepala Strategi Valuta Asing National Australia Bank.
>>> IHSG 11 Juni 2026 Ditutup Melemah 0,28% ke Level 5.886
Kesepakatan ini diproyeksikan menjadi terobosan diplomatik terbesar untuk menyudahi perang tiga bulan terakhir yang sempat mengacaukan pasokan energi global.
Update Terbaru
Kolaborasi Benang Jarum dan Rama Dauhan: Puisi Hujan Bulan Juni Jadi Koleksi Busana Unisex
Senin / 27-07-2026, 18:00 WIB
Robocop 2014 Tayang di Bioskop Trans TV Malam Ini, Simak Sinopsisnya
Senin / 27-07-2026, 18:00 WIB
Indosat Kantongi Spektrum Baru, Jangkauan 5G Makin Luas
Senin / 27-07-2026, 18:00 WIB
Krisis Baterai GAC Aion S: 213.000 Unit Diduga Cacat Manufaktur
Senin / 27-07-2026, 18:00 WIB
Honda QC3 Meluncur di India, Motor Listrik dengan Jarak Tempuh 145 Km
Senin / 27-07-2026, 17:56 WIB
213 Pelanggar Lalu Lintas di Jakarta Pusat Terjaring ETLE, Didominasi Tak Pakai Helm
Senin / 27-07-2026, 17:56 WIB
Harga Far Cry 6 Anjlok ke Rp700 di Microsoft Store, Benarkah?
Senin / 27-07-2026, 17:56 WIB
Pemerintah Mulai Bahas Spektrum 6G, Lelang 5G Baru Rampung
Senin / 27-07-2026, 17:56 WIB
Polisi Bantah Tilang Khusus Ban Motor Gundul, Aturan Lama yang Disalahartikan
Senin / 27-07-2026, 17:49 WIB
Bukan Sekadar Bisnis, Ini Alasan Keselamatan di Balik Ketatnya Aturan Bagasi Kabin
Senin / 27-07-2026, 17:49 WIB
Igor Tolic Puji Kekompakan Persib Usai Kalahkan Arema di Piala Presiden
Senin / 27-07-2026, 17:49 WIB
Usai Libur Sekolah, MBG Bikin Harga Ayam dan Telur Meroket
Senin / 27-07-2026, 17:49 WIB
Mojtaba Khamenei Puji Hizbullah Usai Terima Surat Sumpah Setia, Serukan Jihad
Senin / 27-07-2026, 17:42 WIB
Dokter Muda Diduga Lompat dari Lantai 18 Apartemen Kalibata, Ibu Kunci Pintu
Senin / 27-07-2026, 17:42 WIB







