Saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) ditutup melemah 1,04 persen ke level Rp2.850 per lembar pada perdagangan Kamis (11/6/2026).

Koreksi ini mengakhiri tren positif yang sempat bertahan selama dua hari bursa sebelumnya.

>>> Kenaikan Harga Batu Bara Dorong Penyesuaian Harga Semen

Volume perdagangan saham BBRI tercatat mencapai 465,6 juta saham dengan frekuensi 75.334 kali. Total nilai transaksi yang dibukukan mencapai Rp1,33 triliun.

Aktivitas pemodal asing menunjukkan aksi jual bersih (net sell) pada saham BBRI dengan nilai Rp203,7 miliar. Namun, pelemahan tersebut tertahan oleh aksi beli investor domestik.

Data dari Stockbit Sekuritas mencatat investor domestik melakukan aksi beli bersih (net buy) senilai Rp203,7 miliar. Transaksi tersebut dilakukan dengan harga rata-rata Rp2.861 per lembar saham.

>>> Humpuss Maritim Internasional Catatkan Aset US$ 346,16 Juta pada 2025

Proyeksi Pergerakan Saham BBRI

Analis dari CGS International Sekuritas menyatakan saham BBRI berpeluang berbalik menguat pada sesi perdagangan Jumat (12/6/2026).

Target kebangkitan dapat tercapai jika harga mampu menyentuh titik pivot di level 2.863.

Jika skenario penguatan terjadi, saham BBRI diperkirakan menuju target resistansi pertama di level 2.947. Target penguatan selanjutnya berada pada resistansi kedua di level 3.043.

>>> Kawasaki Luncurkan Modenas Brusky 125 di Jakarta Fair 2026, Harga Rp 26,5 Juta

Sebaliknya, potensi koreksi lanjutan masih terbuka jika harga turun di bawah titik aman. Broker menetapkan support pertama pada level 2.767 dan support kedua di posisi 2.683.