PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI) berhasil meningkatkan total aset sebesar 15,18 persen menjadi US$ 346,16 juta pada tahun 2025.

Angka ini naik dari posisi tahun sebelumnya yang tercatat US$ 300,53 juta.

>>> Kawasaki Luncurkan Modenas Brusky 125 di Jakarta Fair 2026, Harga Rp 26,5 Juta

Peningkatan aset tersebut didorong oleh ekspansi armada dan diversifikasi usaha yang dilakukan perseroan di tengah dinamika industri maritim global.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi memperkuat fondasi bisnis HUMI.

Fokus Optimalisasi Aset pada 2026

Direktur Utama HUMI Ari Askhara menyatakan bahwa tahun 2026 akan menjadi fase penting untuk mengoptimalkan seluruh aset yang telah diakuisisi.

Manajemen berfokus pada peningkatan utilisasi armada serta penguatan sinergi antarunit usaha.

"2025 merupakan momentum penting bagi HUMI untuk memperkuat fondasi bisnis melalui investasi pada aset produktif, penambahan armada LNG dan LPG, serta diversifikasi usaha ke sektor energi hilir," ujar Ari Askhara dalam keterangan resmi pada Jumat (12/6/2026).

Penambahan kapal pengangkut LNG dan tanker LPG dilakukan melalui entitas anak usaha untuk memperkokoh posisi perseroan dalam rantai logistik energi nasional.

>>> Meksiko Kalahkan Afrika Selatan 2-0 di Laga Pembuka Piala Dunia 2026

Ekspansi juga diperluas lewat akuisisi PT Solusi Prisma Metana (SPM) oleh anak usaha PT GTS Internasional Tbk (GTSI) yang menyasar sektor energi ritel seperti hotel, restoran, dan kafe.

Kinerja Keuangan dan Fundamental Solid

Pendapatan perseroan sepanjang 2025 mengalami kenaikan menjadi US$ 128,15 juta dari US$ 127,68 juta pada tahun sebelumnya.

Namun, laba bersih turun dari US$ 13,06 juta menjadi US$ 3,21 juta akibat lonjakan beban pendanaan pengadaan armada baru dan biaya integrasi bisnis.

Neraca keuangan menunjukkan fundamental solid dengan total ekuitas stabil di angka US$ 172,87 juta.

Sementara itu, total liabilitas naik 36,35 persen menjadi US$ 173,29 juta, dengan rasio utang terhadap aset di kisaran 0,50 kali dan rasio utang terhadap ekuitas sekitar 1 kali.

"Kami percaya 2025 adalah tahun pembangunan fondasi.

>>> Biaya Tinggi dan Kendala Visa Tekan Kunjungan Wisatawan Piala Dunia 2026

Tahun-tahun berikutnya akan menjadi fase optimalisasi dan monetisasi investasi yang telah kami lakukan untuk menciptakan pertumbuhan berkelanjutan dan memberikan nilai tambah bagi pemegang saham," kata Ari Askhara.