Gugatan tersebut mencakup empat pelanggaran praktik perdagangan tidak adil, dua tuduhan kelalaian, dua pelanggaran hukum tanggung jawab produk, satu penipuan misrepresentasi, serta satu tuduhan gangguan kepentingan publik.

Melalui tuntutan ini, Florida mendesak pengadilan menjatuhkan sanksi perdata dan membatasi pengumpulan data dari pengguna di bawah umur.

Dalam konferensi pers pada Senin, James Uthmeier menyampaikan penegasan mengenai kerugian yang dialami masyarakat akibat produk teknologi tersebut.

"Masyarakat telah dirugikan dan para orang tua telah dikelabui," tegas Uthmeier.

Menurutnya, OpenAI wajib membayar sanksi keuangan dan melakukan perombakan sistem kontrol orang tua yang lebih ketat pada produk mereka.

Menanggapi gugatan tersebut, OpenAI menyatakan bahwa teknologi baru seperti AI membutuhkan sistem pengamanan ketat, terutama untuk perlindungan kelompok usia muda.

Manajemen OpenAI mengklaim telah mengintegrasikan berbagai fitur keselamatan khusus yang dirancang untuk melindungi pengguna anak-anak.

Juru bicara perusahaan juga memberikan tanggapan resmi mengenai beberapa kasus kematian tragis yang dikaitkan dengan produk mereka.

"Kami tahu bahwa menyebutkan berbagai upaya ini tidak akan mengembalikan seorang anak, tetapi kami berkomitmen untuk melakukan hal ini dengan benar," kata Juru Bicara OpenAI.

>>> Korea Selatan Siap Hadapi Republik Ceko di Laga Grup A Piala Dunia 2026

Perusahaan menyatakan komitmen penuh untuk meningkatkan mekanisme perlindungan sistem kecerdasan buatan mereka secara berkelanjutan.