Capaian positif tersebut ditopang oleh pertumbuhan di semua lini produk, termasuk segmen obat bebas tanpa resep yang melesat 43,20 persen dan obat ethical yang tumbuh 55 persen.

Intan menjelaskan, strategi cost restructuring sepanjang 2025 terbukti berhasil dalam melakukan efisiensi produksi.

Rasio COGS terhadap penjualan pada 2025 turun signifikan menjadi 47,65 persen dibandingkan tahun 2024 sebesar 63,65 persen.

Langkah penataan biaya tersebut sukses memangkas beban pokok penjualan sebesar 5,41 persen menjadi Rp448,37 miliar serta menurunkan beban usaha hingga 14,64 persen.

Penurunan pengeluaran ini berdampak langsung pada penguatan struktur permodalan dan kesehatan finansial internal perseroan.

Rendahnya rasio COGS terhadap penjualan menandakan proses produksi berjalan sangat efisien dan margin laba kotor yang lebih besar, tambah Intan.

Indikator kesehatan finansial lain terlihat dari penurunan liabilitas perusahaan sebesar 7,45 persen menjadi Rp959,70 miliar yang langsung mendongkrak nilai ekuitas menjadi Rp427,47 miliar.

Selain itu, arus kas bersih dari aktivitas operasional tercatat positif Rp123,757 miliar dengan saldo kas akhir tahun mencapai Rp120,98 miliar.

>>> Alwi Farhan Tembus Perempat Final Australian Open 2026

Intan menutup dengan optimisme bahwa parameter positif yang telah diukir sepanjang tahun buku 2025 menjadi semangat baru bagi manajemen untuk membuktikan Phapros dapat terus tumbuh dan memenuhi harapan shareholders secara berkelanjutan.