Keempat, ekspansi ini bertujuan memperluas margin keuntungan yang cenderung rendah di pasar ponsel kelas bawah akibat tingkat kejenuhan yang tinggi.

Tren Permintaan Smartphone Premium Meningkat

Langkah Infinix sejalan dengan hasil riset lembaga NIQ yang menunjukkan pergeseran minat konsumen dari kelas menengah ke flagship sepanjang Januari hingga September 2025.

Data NIQ dalam Selular Telco Outlook 2025 mengungkapkan penjualan smartphone di atas Rp10 juta tumbuh signifikan hingga 67 persen.

Segmen harga Rp5 juta sampai Rp10 juta juga naik sebesar 10,6 persen.

Sebaliknya, pelemahan daya beli masyarakat memicu penurunan penjualan ponsel di bawah Rp5 juta hingga mencapai 82,7 persen.

Dari total nilai transaksi, produk di atas Rp10 juta menyumbang kontribusi terbesar yaitu 31,7 persen.

Pasar smartphone Indonesia diproyeksikan berkembang lebih baik pada tahun 2026, didorong oleh peningkatan pendapatan kelas menengah, pergeseran gaya hidup, penetrasi 5G, dan ketersediaan layanan AI.

Tantangan Besar Infinix di Pasar Premium

Memasuki pasar kelas atas memberikan tantangan berat bagi Infinix, terutama dalam membangun cerita merek (branding) yang otentik dan konsisten demi menciptakan gengsi di mata konsumen.

Infinix harus menghadapi persaingan ketat dari Samsung dan Apple yang telah memiliki loyalitas konsumen kuat sejak bertahun-tahun.

Kualitas produk tanpa celah juga menjadi keharusan karena konsumen premium sangat kritis terhadap cacat layanan yang dapat merusak reputasi merek.

>>> Xiaomi Mix Fold 5 Kabarnya Meluncur Kuartal Ketiga 2026 dengan Kamera 200MP

Tantangan terakhir berupa kebutuhan investasi awal yang masif untuk biaya R&D, material terbaik, proses kendali mutu, pengemasan eksklusif, hingga layanan purna jual yang prima.